ilustrasi talenan dan pisau (pexels.com/Arina Krasnikova)
Satu talenan untuk semua bahan makanan mungkin terasa praktis, tetapi kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang. Bakteri dari daging, unggas, atau ikan mentah dapat berpindah ke buah dan sayuran yang langsung dimakan tanpa dimasak.
Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika talenan memiliki banyak goresan atau celah yang sulit dibersihkan. USDA melalui FSIS juga menyarankan penggunaan talenan terpisah untuk bahan pangan segar seperti buah dan sayuran serta untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah.
"Konsumen boleh menggunakan talenan kayu maupun talenan dengan permukaan tidak berpori untuk memotong daging mentah dan unggas. Namun, sebaiknya gunakan satu talenan khusus untuk bahan pangan segar (seperti sayur dan buah) serta roti, dan gunakan talenan terpisah untuk daging mentah, unggas, dan makanan laut. Langkah ini akan mencegah bakteri yang mungkin tertinggal di talenan bekas daging mentah, unggas, atau makanan laut berpindah ke bahan makanan lain yang tidak akan dimasak lagi," jelasnya.
Panduan yang sama menjelaskan bahwa talenan dengan goresan dalam yang sulit dibersihkan sebaiknya diganti. Jadi, talenan yang tampak bersih belum tentu layak dipakai jika permukaannya sudah mengalami kerusakan berat. Agar lebih mudah, gunakan talenan berbeda untuk bahan mentah dan makanan siap santap.
Merawat talenan sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu, tetapi perlu dilakukan secara konsisten. Cuci setelah digunakan, hindari merendam talenan kayu terlalu lama, keringkan dengan posisi yang tepat, dan perhatikan kondisi permukaannya secara berkala. Dengan kebiasaan sederhana ini, talenan bisa lebih awet, tidak mudah berbau atau berjamur, serta tetap aman digunakan untuk membantu menyiapkan makanan sehari-hari.