Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jenis Sampah Rumah Tangga yang Ternyata Gak Boleh Dicampur
Ilustrasi perempuan memilih sampah (pexels.com/SHVETS production)
  • Baterai bekas perlu dipisahkan dan disimpan di tempat kering karena kandungan kimia serta logamnya berisiko bocor dan mencemari lingkungan.
  • Minyak jelantah, obat kedaluwarsa, lampu, dan elektronik kecil tidak boleh dicampur dengan sampah biasa atau dibuang ke saluran air karena membutuhkan penanganan khusus.
  • Kaleng aerosol dan bahan kimia rumah tangga harus disimpan sesuai petunjuk, tidak dibakar atau ditusuk, lalu dipisahkan untuk mencegah bahaya dan kontaminasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membuang semua sampah ke satu tempat memang terasa praktis. Namun, beberapa jenis sampah ternyata gak boleh dicampur karena bisa menimbulkan risiko atau menyulitkan proses pengolahannya.

Baterai, minyak jelantah, hingga obat kedaluwarsa sering dianggap sebagai sampah biasa. Padahal, beberapa di antaranya mengandung bahan yang membutuhkan penanganan khusus. Jangan sampai kebiasaan sederhana justru membuat sampah semakin sulit dikelola!

1. Baterai bekas dan sampah rumah tangga biasa

Ilustrasi baterai bekas (pexels.com/Julia Krasnoperova)

Baterai bekas mengandung bahan kimia dan logam yang dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. Baterai yang rusak juga berisiko mengalami kebocoran di antara tumpukan sampah. Karena itu, pisahkan baterai dan simpan sementara di tempat yang kering.

Setelah terkumpul, serahkan baterai ke tempat pengumpulan khusus jika tersedia. Hindari mencampurnya dengan sisa makanan atau sampah rumah tangga lainnya. Langkah kecil ini membantu mencegah baterai masuk ke proses pengolahan yang gak sesuai.

2. Minyak jelantah dan sampah basah

Ilustrasi minyak jelantah (pexels.com/khats cassim)

Minyak jelantah gak sebaiknya dibuang ke wastafel karena dapat menempel pada pipa dan mengganggu aliran air. Jika dicampur dengan sampah basah, minyak juga dapat membuat material lain lebih sulit ditangani. Jadi, jangan anggap minyak bekas sebagai sisa dapur biasa.

Tunggu minyak hingga dingin sebelum memasukkannya ke wadah tertutup. Pisahkan dari sampah lain dan jangan menuangkannya ke saluran pembuangan. Jika tersedia, kamu bisa menyerahkannya kepada pengumpul atau program daur ulang minyak jelantah.

3. Obat kadaluwarsa dan sampah rumah tangga

Ilustrasi obat kadaluwarsa (pexels.com/Etatics Inc.)

Obat kedaluwarsa masih dapat mengandung zat aktif sehingga gak tepat jika langsung dicampur dengan sampah biasa. Membuangnya ke toilet atau saluran air juga dapat berisiko mencemari lingkungan. Karena itu, obat membutuhkan cara pembuangan yang lebih hati-hati.

Pisahkan obat kedaluwarsa dari sisa makanan dan sampah rumah tangga lainnya. Perhatikan petunjuk pada kemasan atau manfaatkan layanan pengumpulan obat jika tersedia. Jangan asal membuangnya hanya karena jumlahnya sedikit.

4. Lampu dan barang elektronik kecil

Ilustrasi barang elektronik bekas (pexels.com/Erik Mclean)

Lampu dan barang elektronik kecil dapat mengandung komponen atau bahan yang membutuhkan penanganan khusus. Jika pecah, rusak, atau dibongkar sembarangan, beberapa komponennya dapat menimbulkan risiko. Itulah sebabnya barang tersebut gak ideal dicampur dengan sampah rumah tangga biasa.

Pisahkan barang elektronik sebelum membuangnya dan hindari membakar atau membongkar komponennya. Cari tempat pengumpulan e-waste atau program pengelolaan limbah elektronik di daerahmu. Cara ini membuat barang elektronik lebih aman untuk diproses.

5. Kaleng aerosol dan bahan kimia rumah tangga

Ilustrasi kaleng aerosol (pexels.com/Aerosol)

Kaleng aerosol dan bahan kimia tertentu masih dapat menyimpan tekanan atau sisa bahan di dalamnya. Jika terkena panas, tertusuk, atau diproses secara gak tepat, kondisinya bisa menjadi berbahaya. Karena itu, jangan mencampurkannya sembarangan dengan sampah biasa.

Simpan produk tersebut sesuai petunjuk pada kemasannya sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai. Jangan membakar atau menusuk kaleng aerosol untuk mengosongkannya. Pisahkan juga bahan kimia dari sisa makanan untuk mencegah kontaminasi.

Memilah sampah ternyata bukan cuma soal membedakan sampah basah dan kering. Beberapa sampah rumah tangga membutuhkan penanganan khusus karena mengandung bahan tertentu yang bisa berisiko. Jadi, mulai pisahkan jenis sampah tersebut sejak dari rumah agar pengelolaannya lebih aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article