Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kesalahan Memotong Rumput yang Perlu Dihindari agar Tetap Sehat

7 Kesalahan Memotong Rumput yang Perlu Dihindari agar Tetap Sehat
ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)
Share Article

Memotong rumput memang terlihat sederhana, tetapi cara yang kurang tepat bisa membuat rumput stres, tanah lebih padat, hingga halaman mudah ditumbuhi gulma. Hal ini perlu diperhatikan terutama saat rumput kembali aktif tumbuh setelah masa dorman atau ketika kondisi cuaca mulai berubah.

Kesalahan seperti memotong terlalu pendek atau menggunakan pola yang sama berulang kali bisa memengaruhi kondisi halaman. Supaya rumput tetap sehat sekaligus terlihat rapi, kenali beberapa kesalahan memotong rumput yang sebaiknya gak lagi kamu lakukan!

  1. 1. Memotong rumput saat masih basah

    ilustrasi pemotong rumput
    ilustrasi pemotong rumput (pexels.com/magic-k)

    Setelah hujan, rumput biasanya terlihat lebih segar dan membuat kita ingin segera merapikan halaman. Padahal, kondisi rumput dan tanah yang masih basah bukan waktu yang ideal untuk memotong karena dapat membuat rumput dan sistem akarnya mengalami kerusakan. Untuk itu, perlu menunggu sampai rumput dan permukaan tanah cukup kering jika ingin memotongnya.

    Kody J. Ketterling, ahli halaman dan taman sekaligus pendiri dan kreator K-IT Products, dikutip dari Martha Stewart, juga menyarankan agar pemilik halaman gak terburu-buru memotong rumput dalam kondisi tersebut. Selain berisiko merusak rumput, kondisi basah juga bisa membuat pekerjaan memotong menjadi lebih sulit karena sisa potongan rumput cenderung menggumpal.

    “Jika kondisinya benar-benar basah dan masih terdapat embun beku, jangan memotong rumput karena kamu akan merusak rumput dan sistem perakarannya,” ujar Kody J. Ketterling.

  2. 2. Memotong rumput terlalu pendek

    ilustrasi memotong rumput pakai alat
    ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

    Rumput yang dipotong sangat pendek memang bisa membuat halaman terlihat rapi lebih lama. Namun, memangkas terlalu banyak bagian helai rumput sekaligus dapat membuat tanaman mengalami stres dan bahkan mendorong pertumbuhan gulma.

    Gene Caballero, ahli lanskap dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sekaligus salah satu pendiri GreenPal, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan aturan sederhana yang mudah diingat. Dalam setiap sesi pemotongan, cukup hilangkan sekitar sepertiga bagian helai rumput agar tanaman gak kehilangan terlalu banyak bagian hijau sekaligus.

    “Ikuti aturan sepertiga, yaitu hanya memotong sepertiga bagian helai rumput setiap kali,” ujar Gene Caballero.

  3. 3. Mengabaikan kondisi suhu sebelum memotong

    ilustrasi pria sedang memotong rumput
    ilustrasi pria sedang memotong rumput (pexels.com/magic-k)

    Selain memastikan rumput sudah kering, perhatikan juga suhu sebelum melakukan pemotongan pertama. Ketterling menyarankan pemotongan dilakukan saat suhu konsisten di sekitar 50–55 derajat Fahrenheit atau 10–13 derajat Celsius dan kondisi rumput sudah kering. Memotong terlalu dini saat suhu belum cukup hangat bisa membuat rumput belum siap memasuki fase pertumbuhan baru.

    Menurut Ketterling, aktivitas memotong rumput juga dapat membantu membangunkan tanaman setelah masa dorman karena bisa mengaktifkan akar. Jadi, waktu pemotongan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan rumput, bukan hanya karena halaman terlihat mulai panjang. Dengan begitu, rumput punya waktu untuk beradaptasi saat memasuki awal musim pertumbuhan.

    “Kami menyarankan orang-orang mulai memotong rumput untuk pertama kalinya ketika suhu secara konsisten berada di sekitar 50–55 derajat dan rumput dalam kondisi kering,” ujar Kody J. Ketterling.

  4. 4. Gak memeriksa halaman sebelum menyalakan mesin

    ilustrasi pemotong rumput
    ilustrasi pemotong rumput (pexels.com/joel-hagele)

    Sebelum langsung mengarahkan mesin ke halaman, luangkan waktu sebentar untuk berjalan mengelilingi area yang akan dipotong. Batu, ranting, mainan, atau peralatan yang tertinggal bisa menjadi benda berbahaya jika terkena pisau mesin pemotong. Kebiasaan sederhana ini juga membantu mengurangi risiko mesin rusak ketika baru digunakan.

    Halaman bisa menyimpan berbagai benda setelah lama gak dirawat, terutama ketika memasuki musim baru. Karena itu, singkirkan terlebih dahulu benda-benda yang berpotensi mengganggu jalannya mesin sebelum mulai bekerja. Dengan begitu, proses memotong rumput bisa berlangsung lebih aman dan kamu gak perlu berhenti karena menemukan benda asing di tengah pekerjaan.

  5. 5. Selalu memotong dengan arah yang sama

    ilustrasi pria memangkas rumput
    ilustrasi pria memangkas rumput (pexels.com/fotios-photos)

    Memotong rumput dengan pola yang sama setiap kali memang terasa praktis karena jalurnya sudah familiar. Namun, kebiasaan ini bisa membuat tanah lebih padat dan memberi tekanan berulang pada area yang sama. Mengubah arah pemotongan secara berkala dapat membantu mengurangi masalah tersebut sekaligus membuat pertumbuhan rumput lebih merata.

    Caballero menyarankan agar pola pemotongan gak selalu dibuat sama dari satu sesi ke sesi berikutnya. Jika sebelumnya kamu memotong dari satu arah, coba ubah jalurnya pada kesempatan berikutnya. Cara sederhana ini membantu menjaga kondisi rumput dan tanah, bukan sekadar membuat halaman terlihat rapi.

    “Terus-menerus memotong rumput dengan arah yang sama dapat membuat tanah menjadi padat dan membuat rumput mengalami kerusakan,” ujar Gene Caballero.

  6. 6. Lupa merawat mesin pemotong rumput

    ilustrasi pemotong rumput
    ilustrasi pemotong rumput (pexels.com/sejio402)

    Mesin pemotong rumput yang lama disimpan gak sebaiknya langsung digunakan begitu saja. Sebelum mulai, periksa pisau, oli, bearing, kabel, serta komponen lain yang menunjang kinerjanya. Pisau yang sudah tumpul juga perlu diasah agar hasil potongan tetap rapi.

    Ketterling menyarankan mesin diservis dan diperiksa terlebih dahulu setelah lama disimpan. Kalau gak yakin bisa melakukannya sendiri, serahkan pemeriksaan kepada tenaga profesional. Persiapan singkat ini bisa membantu mencegah masalah mesin saat digunakan.

  7. 7. Membiarkan sisa potongan rumput menumpuk

    ilustrasi potongan rumput
    ilustrasi potongan rumput (pexels.com/nhavan)

    Sisa potongan rumput gak selalu harus langsung dibuang karena dalam kondisi tertentu dapat dimanfaatkan kembali untuk kompos. Masalahnya muncul ketika potongan rumput dibiarkan menumpuk dalam gumpalan besar di satu area halaman. Tumpukan bisa menutupi rumput di bawahnya sehingga pertumbuhan dan kondisi halaman terganggu.

    Sebarkan secara merata menggunakan garu atau kumpulkan untuk dimasukkan ke tempat kompos jika sisa potongan menumpuk. Cara ini membuat halaman tetap terlihat rapi tanpa harus menganggap semua potongan rumput sebagai limbah.

    Memotong rumput bukan cuma soal membuat halaman terlihat pendek dan rapi, tetapi juga menjaga agar rumput tetap tumbuh dengan baik. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan sederhana tadi, rutinitas merawat halaman bisa jadi lebih efektif dan gak merusak rumput.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More