ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)
Berbeda dengan daun mati, daun yang layu belum tentu sudah kehilangan seluruh kemampuannya untuk pulih. Daun yang menggulung, terkulai, memiliki bercak pucat, atau menunjukkan ujung kecokelatan dapat menjadi tanda tanaman sedang mengalami stres. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kekurangan air, kelebihan air, paparan sinar matahari terlalu kuat, hingga perubahan suhu.
Virginia Cooperative Extension menjelaskan bahwa gejala tanaman yang kekurangan air dan kelebihan air bisa terlihat mirip. Keduanya dapat menyebabkan daun layu atau berguguran. Bedanya, tanaman yang kekurangan air biasanya memiliki media tanam yang kering dan daun yang terasa rapuh, sedangkan tanaman yang terlalu banyak air dapat menunjukkan daun menguning, tekstur lembek, serta media tanam yang terus basah.
"Gejala tanaman yang kekurangan air sering kali menyerupai gejala tanaman yang kelebihan air. Saat media tanam kering dan tidak ada kelembapan yang dapat diserap oleh akar, sinyal stres akan dikirim ke bagian daun untuk menghentikan proses transpirasi. Akibatnya, gejala pertama yang terlihat pada tanaman yang kekurangan air adalah layunya dedaunan," kata spesialis produksi pembibitan Kristopher S. Criscione dikutip dalam panduannya Virginia Cooperative Extension.
Tapi perlu diingat bahwa kondisi tempat tanaman berada, termasuk cahaya dan lingkungan, sangat menentukan kesehatannya. Jika tanaman menunjukkan gejala stres, periksa kebutuhan dasarnya sebelum melakukan pemangkasan besar-besaran.