ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)
Kulkas yang jarang dibersihkan atau memiliki karet pintu longgar bisa kehilangan efisiensinya tanpa disadari. Jika karet tidak menutup rapat, udara dingin dapat keluar dan udara hangat terus masuk. Kulkas pun perlu bekerja lebih sering untuk mempertahankan suhu, sehingga konsumsi listrik berpotensi meningkat.
Sementara itu, tumpahan makanan dan cairan yang dibiarkan dapat menjadi sumber bau serta meningkatkan risiko kontaminasi silang. ENERGY STAR menyarankan agar pengguna memeriksa kerapatan segel pintu, memberi ruang sirkulasi di belakang kulkas, dan menjauhkan perangkat dari sumber panas seperti oven maupun sinar matahari langsung.
Untuk model tertentu, membersihkan debu pada kumparan kondensor sesuai petunjuk produsen juga dapat membantu menjaga efisiensi.Jika pintu terasa tidak rapat atau karet sudah rusak, periksa apakah ada kotoran yang menghalangi dan pertimbangkan penggantian jika diperlukan.
Biasakan membersihkan tumpahan sesegera mungkin, memeriksa kondisi bahan makanan secara berkala, dan mengatur posisi kulkas agar tidak terlalu dekat dengan sumber panas. Simpan makanan dalam wadah tertutup untuk mengurangi penyebaran bau dan membantu menjaga kualitasnya.
Kulkas yang hemat listrik dan mampu menjaga makanan tetap segar tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi atau mereknya. Dengan perawatan yang konsisten, kamu bisa membantu mengendalikan konsumsi listrik, mengurangi makanan terbuang, dan membuat kegiatan di dapur lebih efisien.