Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Perlu Waspada dengan Gebetan yang Punya Tanda Beige Flag?

Apakah Perlu Waspada dengan Gebetan yang Punya Tanda Beige Flag?
Ilustrasi kencan (pexels.com/Mike Jones)
  • Beige flag adalah kebiasaan unik, netral, atau sedikit membosankan pada gebetan; bukan tanda bahaya seperti red flag maupun jaminan kecocokan seperti green flag.
  • Contohnya mencakup berbicara sendiri, membuka banyak tab, mengulang serial, atau membuat daftar peringkat; perilaku ini bisa terasa lucu, aneh, atau mengganggu tergantung orangnya.
  • Penilaian beige flag bersifat subjektif; fokus utama tetap rasa aman, dihormati, kesamaan nilai, komunikasi, dan apakah kebiasaan tersebut benar-benar memengaruhi hubungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Siapa pun yang baru saja mulai berkencan, mungkin tahu sulitnya mencari pasangan. Kamu tidak hanya perlu mengenal kepribadian seseorang untuk melihat kecocokan, tetapi kamu juga harus memperhatikan ciri-ciri atau perilaku yang membuat kamu ragu, atau dikenal dengan sebutan red flag.

Di sisi lain, green flag adalah hal-hal tentang orang yang kamu kencani yang merupakan pertanda baik dan menunjukkan potensi hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang. Namun, ada istilah lain yang belakangan ini banyak mendapat perhatian di media sosial, yaitu beige flag.

Jadi, sebenarnya apa itu beige flag dan apakah kita harus waspada kepada gebetan yang punya tanda beige flag? Cari tahu di sini menurut pendapat para ahli!

  1. 1. Apa itu beige flag?

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Menurut Kimmy Seltzer, seorang ahli kencan, beige flag adalah ciri-ciri unik, tidak biasa, atau sedikit membosankan yang kamu perhatikan pada seseorang yang belum tentu baik atau buruk.

    "Tidak seperti red flag, ciri-ciri ini tidak menandakan bahaya, dan tidak seperti green flag, ciri-ciri ini tidak secara otomatis memberi tahu kamu bahwa orang ini adalah pasangan yang hebat. Tanda ini hanyalah perilaku kecil yang membuat kamu berhenti sejenak dan berpikir, 'Hmm, itu menarik'," kata Seltzer, dikutip dari Real Simple.

    Jika red flag merupakan tanda peringatan dan green flag adalah daya tarik, beige flag adalah lampu lalu lintas kuning dalam sebuah hubungan; karakteristik pada seseorang yang mungkin bukan alasan untuk mengakhiri hubungan, tetapi cukup aneh untuk membuatmu melambat, memperhatikan, dan mempertimbangkan pilihan. Kamu mungkin menganggapnya lucu, menggemaskan, mengejutkan, menjengkelkan, atau sangat aneh sehingga membuatmu terdiam.

  2. 2. Contoh perilaku beige flag

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/Kuiyibo Campos)

    Beige flag ​​dapat hadir dalam berbagai bentuk. Itu adalah sifat atau perilaku yang tidak baik maupun buruk; hanya netral (umum) atau unik. Beberapa contoh perilaku beige flag, antara lain:

    • Berbicara pada diri sendiri.
    • Membuka 40 tab sekaligus di komputer mereka.
    • Menyebutkan nama setiap peralatan rumah tangga.
    • Makan sarapan yang sama setiap pagi.
    • Mengutip dialog film saat percakapan serius.
    • Membuat spreadsheet terperinci yang memberi peringkat setiap restoran yang pernah mereka kunjungi.
    • Menonton serial televisi yang sama berulang kali.
    • Menceritakan lima cerita yang sama di setiap pertemuan sosial.
    • Memiliki hubungan yang sangat intens dengan tim sepak bola fantasi mereka.
    • Menolak menggunakan GPS karena mereka "tahu cara yang lebih baik".
    • Bersiul sambil berjalan.
    • Memiliki jumlah pakaian yang tidak biasa dengan warna yang sama.
    • Menghitung makronutrien mereka secara teliti.
    • Mereka berbicara dengan setiap kucing liar yang mereka lewati.
    • Menerapkan sistem peringkat untuk kopi di SPBU.

  3. 3. Apakah mencari tanda beige flag jadi cara yang sehat untuk menilai suatu hubungan?

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)

    Mengidentifikasi beige flag ​​bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk memperhatikan kepribadian seseorang, tetapi menurut Seltzer, itu bukanlah alat yang sangat berguna untuk menentukan apakah suatu hubungan sehat atau tidak.

    “Kencan telah menjadi begitu fokus pada pengkategorian orang dan penyaringan orang yang begitu ketat sehingga terkadang kita memperlakukan setiap ketidaksempurnaan manusia sebagai bukti bahwa seseorang tidak cocok dengan kita,” jelasnya.

    Kencan seharusnya tidak terasa seperti pemeriksaan latar belakang (background check). Pertanyaan yang lebih baik kamu tanyakan pada diri sendiri adalah: Apa yang kamu rasakan saat sedang bersama gebetan? Apakah aman? Atau kamu merasa dihormati? Diperhatikan? Dihargai? Bisakah kamu menjadi diri sendiri di sekitar mereka?

    Adapun hubungan sejati tidak dibangun dengan menemukan seseorang tanpa kebiasaan aneh, melainkan dibangun melalui rasa aman secara emosional, nilai-nilai yang sama, komunikasi, konsistensi, dan kemampuan untuk mengatasi perbedaan.

  4. 4. Apakah perlu waspada dengan gebetan yang punya tanda beige flag?

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)

    Setiap orang memiliki kekurangan dan keunikan masing-masing. Keunikan yang tidak berbahaya bagi satu orang bisa menjadi ketidakcocokan yang nyata bagi orang lain.

    Misalnya, jika seseorang bersepeda sekitar 160 km per minggu, itu mungkin sama sekali tidak relevan bagi satu pasangan dan menjadi masalah signifikan bagi pasangan lainnya. Tanya pada diri sendiri, apakah beige flag ​​itu hanya sekadar keunikan atau apakah itu memengaruhi hubunganmu dengan gebetan.

    Karena penilaian beige flag ​​sangat subjektif, cobalah untuk menahan diri dalam membuat penilaian atas perbedaan kecil dan tidak menyinggung pasangan, ketika pertama kali mengenalnya.

    “Mempelajari kebiasaan seseorang adalah bagian dari proses mengenal calon pasangan. Beige flag ​​ialah proses. Kamu belum memutuskan satu atau lain hal. Kamu masih menjajakinya untuk melihat bagaimana perasaanmu," ungkap Kathryn Smerling, PhD, LSCW, seorang terapis keluarga yang berbasis di New York, dikutip dari Womens Health Mag.

    Keselarasan dalam isu-isu yang lebih penting, misalnya, apakah kamu berdua mencari hubungan kasual yang menyenangkan atau sesuatu yang serius, seharusnya menjadi prioritas. Kamu bukanlah orang jahat jika pada akhirnya menyadari bahwa ada tanda beige flag dari gebetanmu. Bila itu adalah kebiasaan atau sifat yang mengganggu, sesuatu yang tidak dapat kamu terima, atau kebiasaan aneh yang menimbulkan reaksi mendalam, tidak apa-apa untuk memilih untuk tidak berada di dekat mereka lagi.

    “Akan selalu ada kesamaan dan perbedaan antara seseorang dengan. Selama perbedaan tersebut bukan pertanda buruk, mentoleransi perbedaan dan kebiasaan masing-masing adalah bagian normal dari sebuah hubungan," jelas Cara Gardenswartz, PhD, psikolog klinis dan pendiri Group Therapy LA dan Group Therapy NY, dilansir Womens Health Mag.

    Kesimpulannya, menemukan tanda beige flag pada gebetan bukan hal yang salah. Bahkan, hal ini wajar selama masa pendekatan. Jika ada hal yang tidak membuatmu nyaman, kamu punya hak untuk menjauh dari hubungan itu.

    Sebaliknya, jika berada di dekat gebetan membuatmu merasa aman dan kamu suka berada di sekitarnya, hubungan tersebut bisa dilanjutkan. So, enjoy the process dan jangan terlalu buru-buru dalam menilai dalam masa penjajakan ini. Semoga kamu gak bingung lagi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More