Ilustrasi menata baju (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Pakaian yang dilipat lalu ditumpuk terlalu tinggi sering kali menjadi sumber kekacauan. Saat ingin mengambil satu kaos di bagian bawah, kamu terpaksa mengangkat pakaian lainnya. Tidak heran jika tumpukan yang tadinya rapi kembali berantakan dalam waktu yang singkat.
Sebagai alternatif, cobalah metode penyimpanan vertikal dengan berdiri berdampingan di dalam laci atau kotak penyimpanan. Metode ini membuat pakaian lebih mudah terlihat sekaligus memudahkan kamu mengambil satu item tanpa mengganggu pakaian lainnya. Cara tersebut cocok untuk kaos, pakaian dalam, piyama, dan pakaian santai.
Namun, tidak semua jenis pakaian harus dilipat dengan metode yang sama. Sweater tebal atau pakaian berbahan rajut tertentu lebih baik disimpan dalam posisi terlipat di rak agar tidak mudah melar. Sementara itu, kemeja, blazer, dan pakaian yang mudah kusut bisa digantung sesuai kebutuhan. Intinya, pilih metode penyimpanan yang menjaga kondisi pakaian sekaligus memudahkan.
“Rapikan isi lemari kamu, simpanlah barang-barang yang memang kamu pakai dan membuat kamu merasa nyaman saat mengenakannya, serta gunakan wadah penyimpanan jika memungkinkan. Hal ini memastikan area tersebut tetap rapi," saran Allison.
Lemari baju yang rapi bukan berarti harus selalu terlihat seperti display toko. Yang terpenting adalah pakaian mudah ditemukan, nyaman digunakan, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dikembalikan ke tempatnya.