Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi menata baju (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Lemari baju yang rapi pastinya bisa bikin kamar terasa lebih nyaman. Sayangnya, kondisi ini terkadang hanya bertahan beberapa hari. Baru selesai merapikan pakaian, tiba-tiba lemari kembali berantakan karena buru-buru mencari baju, bingung menentukan outfit, atau tidak tahu harus menyimpan pakaian yang baru dipakai di mana.

Kalau kamu mengalami hal serupa, mungkin masalahnya bukan karena kurang rajin merapikan, melainkan sistem penyimpanan yang belum sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Dengan metode penyimpanan yang tepat, lemari bisa lebih mudah dijaga kerapian dan membuat aktivitas memilih pakaian terasa lebih mudah.

1. Kelompokkan pakaian berdasarkan jenis dan fungsi

ilustrasi lemari baju (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Salah satu penyebab lemari cepat berantakan adalah pakaian disimpan tanpa kategori yang jelas. Kaos bercampur dengan celana, pakaian kerja bertumpuk dengan baju santai, sementara pakaian tidur terselip di antara koleksi lainnya. Akibatnya, kamu perlu mengacak-acak lemari setiap kali mencari sesuatu.

Cobalah mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis dan fungsinya, seperti kaos, kemeja, celana, pakaian kerja, baju tidur, hingga pakaian olahraga. Jika jumlah pakaian cukup banyak, kamu bisa membuat kategori yang lebih spesifik, misalnya kaos lengan pendek dan lengan panjang. Cara ini membantu kamu mengetahui lokasi setiap pakaian tanpa harus membongkar seluruh isi lemari.

2. Manfaatkan kotak organizer dan pembatas rak

ilustrasi lemari baju bahan kayu (pexels.com/Max Rahubovskiy)

Pernah merasa lemari sudah rapi, tetapi aksesori kecil seperti kaus kaki, ikat pinggang, dan pakaian dalam tetap sulit ditemukan? Barang-barang berukuran kecil memang mudah berpindah tempat jika tidak memiliki area penyimpanan khusus. Kamu bisa memanfaatkan kotak organizer, keranjang kecil, atau pembatas laci untuk memisahkan barang berdasarkan kategori.

Misalnya, satu kotak untuk kaus kaki, satu untuk pakaian dalam, dan satu lagi untuk aksesori. Jika ingin lebih praktis, gunakan wadah transparan atau tambahkan label agar isi penyimpanan mudah dikenali. Profesional organizer dan pendiri NEAT Method, Ashley Murphy, bersama timnya merekomendasikan penggunaan keranjang dan kotak penyimpanan untuk membantu mengelompokkan barang.

"Proses pengelompokan ini wajib dilakukan karena membantu kamu mengetahui jumlah barang dalam setiap kategori. Dengan begitu, kamu akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai penempatan barang-barang tersebut saat mulai menyusunnya kembali ke dalam lemari," jelasnya dikutip dari Martha Stewart.

"Kamu bisa menempatkan barang-barang ini di dalam wadah transparan yang diletakkan di rak. Cara ini memungkinkan kamu untuk tetap bisa melihat barang-barang tersebut saat membuka lemari, sekaligus memastikan lemari kamu tetap berfungsi sebagai ruang penyimpanan untuk barang-barang yang memang benar-benar kamu pakai," tambah Ashley.

3. Susun pakaian berdasarkan frekuensi penggunaan

ilustrasi lemari baju (Freepik.com/freepik)

Lemari bisa terasa berantakan karena pakaian yang paling sering digunakan justru tersimpan di bagian yang sulit dijangkau. Akibatnya, kamu harus memindahkan beberapa pakaian lain setiap kali ingin mengambil baju favorit. Coba tempatkan pakaian sehari-hari di area yang mudah dijangkau, seperti rak tengah atau bagian depan lemari.

Pakaian kerja, kaos favorit, dan celana yang sering digunakan sebaiknya berada di lokasi yang praktis. Sementara itu, pakaian pesta, jaket musiman, atau koleksi yang jarang dipakai bisa disimpan di rak atas atau bagian belakang. Profesional organizer Allison Finn dari Reclaim Professional Organizing menekankan pentingnya menyesuaikan penataan lemari dengan kebiasaan pemiliknya.

"Seleksi isi lemari kamu, simpan pakaian yang sering kamu kenakan dan membuat kamu merasa nyaman saat memakainya, serta gunakan wadah penyimpanan sebisa mungkin. Langkah ini memastikan ruang penyimpanan tetap rapi,” saran Allison dikutip dari Vogue.

4. Terapkan sistem “satu tempat untuk setiap barang”

ilustrasi lemari baju (freepik.com/freepik)

Lemari sering kembali berantakan karena pakaian yang sudah digunakan tidak langsung dikembalikan ke tempatnya. Ada baju yang diletakkan di atas kursi, celana yang menggantung di pintu kamar, atau kaos bersih yang akhirnya tercampur dengan pakaian kotor.

Untuk mengatasinya, tentukan tempat khusus bagi setiap kategori pakaian dan biasakan mengembalikannya setelah digunakan atau dicuci. Kamu juga bisa menyediakan satu keranjang kecil untuk pakaian yang masih bersih tetapi belum ingin disimpan kembali. Dengan begitu, pakaian tidak menumpuk sembarangan di berbagai sudut kamar.

"Jangan merasa terikat dengan cara kamu menata lemari untuk pertama kalinya. Buatlah agar penataan tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu. Ingatlah bahwa penataan lemari itu bersifat dinamis, bukan sesuatu yang kaku dan tidak bisa diubah," saran Shantae Duckworth, profesional organizer yang mengingatkan bahwa sistem penataan lemari bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dikutip dari Martha Stewart.

5. Gunakan metode penyimpanan vertikal

Ilustrasi menata baju (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Pakaian yang dilipat lalu ditumpuk terlalu tinggi sering kali menjadi sumber kekacauan. Saat ingin mengambil satu kaos di bagian bawah, kamu terpaksa mengangkat pakaian lainnya. Tidak heran jika tumpukan yang tadinya rapi kembali berantakan dalam waktu yang singkat.

Sebagai alternatif, cobalah metode penyimpanan vertikal dengan berdiri berdampingan di dalam laci atau kotak penyimpanan. Metode ini membuat pakaian lebih mudah terlihat sekaligus memudahkan kamu mengambil satu item tanpa mengganggu pakaian lainnya. Cara tersebut cocok untuk kaos, pakaian dalam, piyama, dan pakaian santai.

Namun, tidak semua jenis pakaian harus dilipat dengan metode yang sama. Sweater tebal atau pakaian berbahan rajut tertentu lebih baik disimpan dalam posisi terlipat di rak agar tidak mudah melar. Sementara itu, kemeja, blazer, dan pakaian yang mudah kusut bisa digantung sesuai kebutuhan. Intinya, pilih metode penyimpanan yang menjaga kondisi pakaian sekaligus memudahkan.

“Rapikan isi lemari kamu, simpanlah barang-barang yang memang kamu pakai dan membuat kamu merasa nyaman saat mengenakannya, serta gunakan wadah penyimpanan jika memungkinkan. Hal ini memastikan area tersebut tetap rapi," saran Allison.

Lemari baju yang rapi bukan berarti harus selalu terlihat seperti display toko. Yang terpenting adalah pakaian mudah ditemukan, nyaman digunakan, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dikembalikan ke tempatnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article