ilustrasi menjemur pakaian (pexels.com/Nothing Ahead)
Satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah jenis kain yang akan kamu jemur. Tentu dalam satu ember cucian bersih siap jemur, ada berbagai jenis kain di dalamnya. Sebut saja ada katun, linen, denim, hingga rajut. Tentu saja berbeda jenis kain juga akan berpengaruh pada ketahanannya terhadap sinar matahari langsung.
Dilansir dari laman Nenpower, jenis kain ringan seperti katun dan linen, umumnya akan lebih cepat kering ketimbang yang berbahan tebal seperti handuk atau selimut. Kapasitas penahanan kelembapan air memainkan peran penting. Kain yang lebih tebal mengandung lebih banyak air, karenanya memerlukan waktu penjemuran lebih lama di bawah sinar matahari langsung.
Selain itu, warna kain juga berpengaruh pada lamanya waktu pengeringan. Kain dengan warna gelap lebih cepat menyerap panas matahari yang meningkatkan efek disinfeksi, tapi sekaligus jadi mudah pudar. Serat sintetis tertentu, walaupun cepat kering, tapi tidak beraksi dengan baik pada sinar UV, sehingga akan mengalami kerusakan seiring waktu.
Menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung di hari yang cerah memang bisa membuatnya kering lebih cepat. Tapi, ternyata kita perlu mempertimbangkan suhu, cuaca, kelembapan angin, hingga bahan pakainnya. Hal ini untuk mencegah pakaian menjadi cepat rusak.
Paling penting, saat menjemur pakaian kita harus sering mengecek apakah itu sudah kering atau belum. Jika sudah, ada baiknya untuk segera diangkat. Nah, semoga ulasan singkat ini bisa menambah wawasanmu, ya!