Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Bunga Sedap Malam Lebih Awet sebagai Pewangi Ruangan

5 Tips Bunga Sedap Malam Lebih Awet sebagai Pewangi Ruangan
Ilustrasi bunga sedap malam (pexels.com/Jeffry Surianto)
Intinya Sih
  • Bunga sedap malam populer sebagai pewangi alami rumah, dengan aroma khas yang mekar di malam hari dan bisa jadi dekorasi cantik bila dirawat dengan benar.
  • Ketahanan bunga dipengaruhi pemilihan bunga segar, pemotongan batang miring, serta penggantian air vas secara rutin agar tetap bersih dan bebas bakteri.
  • Hindari sinar matahari langsung, panas, atau buah matang saat menaruh vas karena dapat mempercepat layu; simpan di tempat sejuk dengan sirkulasi udara tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bunga sedap malam menjadi salah satu jenis bunga yang banyak digemari sebagai pewangi alami di rumah. Bunga dengan nama lain tuberose flower ini, biasanya mekar dan menebarkan aroma wangi yang khas pada malam hari.

Berkat aroma khas yang ditimbulkan, bunga ini sering dilirik sebagai dekorasi sekaligus pewangi ruangan. Nah, jika kamu termasuk gemar menggunakan bunga sedap malam sebagai pewangi ruangan, ada beberapa tips supaya bunga lebih awet dan gak cepat layu. Berikut lima tips yang dimaksud.

1. Memilih bunga potong dengan tepat

pexels-nganduong-19566880.jpg
Ilustrasi bunga sedap malam (pexels.com/Ngân Dương)

Bunga-bunga potong di toko bunga tentu dipanen di waktu yang tepat. Hanya saja, kamu tetap perlu memilih bunga dengan teliti, termasuk untuk jenis sedap malam. Langkah ini sedikit banyak bisa memengaruhi ketahanan bunga saat dipajang di rumah.

Dalam laman Cnet, Joe Guggia, pemilik JP Design Floral yang berbasis di Santa Maria, California, mengatakan banyak rangkaian bunga yang dikirim dari perkebunan di luar daerah. Jadi, penting memeriksa setiap batang dan daun dengan cermat untuk memastikan kamu tidak membeli bunga yang sudah tua atau rusak. Bunga yang dikirim dari jarak yang lumayan jauh, berisiko untuk mengalami kerusakan di perjalanan.

Masih dari laman yang sama, seorang profesor holtikultura konsumen dan komunitas di North California State University, Lucy Bradley, menyarankan untuk memeriksa adanya jamur abu-abu berbulu dan kelopak yang layu atau rusak. Hal ini penting untuk memastikan bunga yang kamu pilih benar-benar dalam kondisi prima.

"Perpanjang masa hidup bunga dalam vas dengan memilih bunga yang baru mulai mekar," saran Bradley. "Untuk mawar dan bunga tunggal lainnya, pilih bunga yang hanya memiliki satu kelopak yang terbuka. Untuk gladiol dan bunga berduri lainnya, pilih tangkai yang hanya memiliki dua atau tiga kuntum bunga pertama yang mekar. Untuk bunga jenis aster, seperti bunga matahari, pilih bunga dengan bagian tengah yang masih kehijauan," lanjut Bradley.

Jadi, tak masalah jika kamu membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama ketika sedang memilih bunga di toko. Kamu juga bisa meminta tolong pada penjual untuk membantumu memilihkan bunga yang masih sehat.

2. Mengganti air sesering mungkin

pexels-ana-vieira-1110685065-21263307.jpg
Ilustrasi bunga sedap malam (pexels.com/Ana Vieira)

Bunga sedap malam yang baru saja kamu bawa pulang dari toko bunga, harus segera diletakkan di dalam vas berisi air. Menambahkan air segar yang hangat ke dalam vas adalah cara ampuh untuk menjaganya tetap segar lebih lama. Mengganti air sesering mungkin, terutama ketika airnya sudah berubah warna, akan menjaga ketahanan bunga.

"Kunci menjaga bunga dalam vas tetap segar lebih lama adalah mengganti air sesering mungkin," kata Guggia. "Jika kamu mengeluarkan seluruh rangkaian bunga, membuang airnya, memasukkan air baru, dan meletakkan rangkaian bunga kembali ke dalam vas, maka bunga akan tetap segar selama berhari-hari," imbuh pria yang sudah bekerja lebih dari 45 tahun di industri bunga ini.

3. Apakah menambahkan pemutih pada air vas akan membantu?

pexels-teona-swift-6913094.jpg
ilustrasi memotong ujung bunga (pexels.com/Teona Swift)

Masih dilansir laman Cnet, baik Joe Guggia maupun Lucy Bradley sepakat bahwa memotong ujung batang bunga segera setelah dibawa pulang adalah langkah tepat. Hal ini untuk menjaga kesegarannya. Namun, perlu diingat untuk tidak menggunakan pisau atau gunting yang tumpul. Bradley menyarankan untuk menggunakan pisau atau gunting yang tajam agar tidak merusak batang dan mengurangi kemampuannya menyerap air.

Bersihkan pisau atau guntingnya terlebih dahulu dengan alkohol, lalu dengan hati-hati buat potongan baru pada ujung batang bunga dengan sudut 45 derajat, setidaknya setengah inci dari ujung batang. Menurut Bradley, pemotongan yang tidak tepat akan mengganggu kinerja batang dalam menyerap air.

Mungkin kamu pernah mendengar hack yang menyarankan untuk menambahkan bleaching atau pemutih pada air vas bunga. Cara ini mungkin akan bekerja, tapi dengan catatan pemberiannya pas dan tidak berlebihan. Bradley mengatakan bahwa beberapa tetes pemutih (satu sendok teh per galon air) dapat membantu membunuh bakteri dan jamur. "Akan tetapi, menambahkan terlalu banyak pemutih juga akan membunuh sel-sel tumbuhan," terangnya.

Meskipun pemutih bisa saja membantu membunuh kuman dan bakteri pada air vas, tapi bila penggunaannya kurang tepat, maka justru akan membuat bunga sedap malam kesayanganmu cepat layu dan mati. Maka dari itu, sebaiknya gunakan cara perawatan yang lebih aman saja.

4. Bisakah vodka, cuka, atau aspirin memperpanjang masa hidup bunga?

pexels-shvetsa-3683048.jpg
ilustrasi aspirin (pexels.com/Anna Shvets)

Selain pemutih, ada berbagai hack di internet tentang perawatan bunga potong dalam vas, termasuk dengan menambahkan vodka, cuka, atau aspirin. Menanggapi fenomena ini, Guggia memiliki pandangannya sendiri.

"Sejujurnya, saya tidak melakukan hal-hal itu karena dalam kebanyakan kasus, rangkaian bunga akan terdiri dari campuran berbagai jenis bunga, yang mungkin rentan tidak menyerap apa pun yang kamu masukkan ke dalam air," terang Guggia. "Menjaga kebersihan air adalah hal terbaik," pungkasnya.

Melansir laman greeny gardener, seorang horticulturist dan penulis di GreenyGardener, Rimon Chowdhury memiliki pendapat serupa tentang hack yang berseliweran itu. Menurutnya, menambahkan aspirin dapat menurunkan pH, tetapi tidak menyediakan nutrisi atau bioksida yang kuat. Beberapa tetes vodka dapat menghambat produksi etilen, tetapi jika terlalu banyak malah akan meracuni bunga.

5. Meletakkan vas bunga di tempat yang tepat akan memperpanjang kesegarannya

pexels-andromeda99-36676880.jpg
Ilustrasi bunga sedap malam (pexels.com/Jeffry Surianto)

Setelah kamu berhasil memilih bunga sedap malam yang sehat, memotong batangnya dengan tepat, dan mengganti air dalam vas secara rutin, ada satu lagi langkah yang gak kalah penting, yakni mencari posisi meletakkan vas yang tepat. Chowdhury mengatakan, tempatmu meletakkan vas sama pentingnya dengan isiannya. Lingkungan yang salah dapat merusak kerja kerasmu hanya dalam hitungan jam.

Lantas, tempat seperti apa yang aman untuk menaruh vas berisi bunga sedap malam kesayanganmu? Sinar matahari langsung dan panas adalah sudut-sudut di dalam rumah yang mesti dihindari. Panas akan membuat bunga kehilangan kelembapan terlalu cepat, sehingga mudah layu. Simpan bunga di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Chowdhury juga menyarankan untuk tidak menaruh vas bunga di dekat jendela yang terbuka, kipas angin, atau ventilasi pemanas atau pendingin juga akan membuat bunga lekas layu. Cari tempat dengan sirkulasi udara yang tenang. Terakhir, jangan meletakkan vas di dekat mangkuk buah-buahan. Buah yang matang mengeluarkan gas tak berwarna dan berbau yang disebut etilen. Etilen adalah hormon tumbuhan yang menandakan penuaan, menyebabkan bunga matang dan layu lebih cepat. Sebaiknya, letakkan vas bunga berjauhan dengan mangkuk berisi buah-buahan.

Menata bunga sedap malam dalam vas-vas indah akan mempercantik dekorasi ruangan di rumahmu. Apalagi, saat malam hari wangi khasnya bisa menjadi aroma terapi yang menenangkan. Jadi, gak ada salahnya kamu mencoba merawat bunga sedap malam di rumahmu agar lebih awet dan tahan lama. Semoga tips ini membantu, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More