Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Membuat Kamar Tetap Adem meski Terpapar Sinar Matahari
ilustrasi kanopi rumah (pexels.com/Matheus Cenali)

Perubahan posisi matahari sepanjang tahun bisa membuat kamar tidurmu kadang terpapar sinar matahari dan terkadang pula tidak. Jika kebetulan kamarmu sedang disorot sinar matahari, tentu ini akan membuat ruangan di dalamnya terasa lebih hangat, bahkan panas.

Tentu saja, hal ini bisa berdampak pada kenyamanan kamar tidur ketika digunakan. Jika terus saja mengandalkan penyejuk ruangan, bisa membuat tagihan listrik membengkak. Nah, berikut ada beberapa tips membuat kamar tetap adem meski sedang terpapar sinar matahari.

1. Menutup gorden jendela sebelum panas menyerang

ilustrasi gorden (pexels.com/Dominika Gregušová)

Jendela merupakan jalur utama penambahan panas di sebagian besar ruangan. Meskipun jendela kamarmu tidak langsung tertatap sinar matahari, tapi penting untuk selalu menutup gordennya saat siang hari, terutama saat musim panas dan matahari sedang terik-teriknya.

Eugene Dubovoi, CEO Evapolar dalam laman resmi Evapolar, menyarankan untuk mengikuti pergerakan matahari. Supaya panas tidak bisa masuk ke dalam kamar.

"Jika jendelamu menghadap timur, tutup tirai sebelum jam 8 pagi, jendela selatan sebelum jam 10 pagi, dan jendela barat sebelum jam 1 siang." ujarnya.

Eugene mengatakan bahwa tirai termal dengan lapisan putih dapat mengurangi penyerapan panas hingga 33 persen. Langkah sederhana ini mudah dilakukan dan sangat efektif menurut pria bergelar P.hD di bidang Kimia & Teknologi ini.

2. Menggunakan kipas angin secara strategis

ilustrasi kipas angin kamar (pexels.com/Dương Nhân)

Saat memasuki musim panas, atau ketika tembok kamarmu kebagian jatah sinar matahari seharian, penting untuk memilih tipe kipas angin yang tepat. Menggunakan kipas angin langit-langit yang berputar melawan jarum jam bisa jadi strategi cerdas.
Kipas angin gantung yang disetel berputar melawan jarum jam akan mendorong udara ke bawah. Ini akan memberi dampak angin dingin yang membuat ruangan terasa 4-6 derajat lebih dingin.

"Letakkan kipas angin menghadap luar jendela pada sisi ruangan yang hangat (pembuangan), dan buka jendela di sisi berlawanan (pengambilan udara). Ini akan menggerakan volume udara yang lebih banyak ketimbang menggunakan kipas angin tunggal yang diarahkan ke badan." Ulas Eugene.

Kamu bisa menyalakan kipas angin menara (standing fan) untuk menjagamu tidur di malam hari. Eugene merekomendasikan satu kipas angin menara di sudut ruangan dengan kecepatan rendah dan pengaturan waktu tidur untuk pendinginan malam yang nyaman, tanpa hembusan udara yang terpapar ke tubuh terus-menerus.

3. Tutup celah dan angin masuk

ilustrasi ventilasi rumah (pexels.com/Aldo Parulian)

Celah yang memungkinkan udara masuk di musim hujan atau dingin, juga bisa membawa masuk udara di musim panas. Tentu, kamu tidak mau kamarmu jadi terisi udara panas. Eugene meningatkan untuk mengecek di sekitar kusen jendela, bagian bawah pintu, stopkontak di dinding luar, dan tempat pipa masuk melalui dinding.

" Jika lorong di luar kamarmu lebih panas daripada kamar itu sendiri, penahan angin di bagian bawah pintu dapat mencegah hawa panas masuk." terang Eugene.

Menutup celah dengan pelapis kedap udara dan dempul, akan membantumu mencegah masuknya udara panas dari luar. Di mana itu bisa membuat kamar menjadi gerah. Kamu bisa memasang AC setelahnya, agar kesejukan ruangan tetap terjaga.

4. Beri kanopi pada bagian luar kamar

ilustrasi kanopi rumah (pexels.com/Matheus Cenali)

Tidak hanya memperhatikan bagian dalam kamar saja, kamu juga perlu mengecek bagian luar kamar tidurmu. Jika memang dirasa paparan sinar matahari terlalu terik menimpa kamar tidurmu, ada baiknya untuk menambahkan kanopi pada bagian luar kamar.

Kamu dapat meletakkan kanopi di bagian atas jendela dan memanjang di sepanjang tembok kamar bagian depan (yang terpapar sinar matahari. Selain berguna menghalau panas, kanopi ini juga bisa menambah nila estetika. Jadi, kamu bisa memilih model kanopi yang sesuai sama konsep kamar atau rumahmu secara keseluruhan.

5. Mempertimbangkan atap dingin

ilustrasi atap rumah (pexels.com/Pixabay)

Bila kamarmu terletak di lantai dua, maka atap di atasnya otomatis akan menyerap lebih banyak panas matahari. Lapisan atap reflektif dapat mengurangi suhu panas hingga 10°C dan memangkas tagihan listrik hingga 15 persen.

Eugene menambahkan, genteng berwarna dingin atau membran atap putih memberikan hasil serupa. Jadi, penting untuk memilih warna genteng yang bisa memantulkan, seperti putih.

Itu dia lima tips membuat kamar tetap adem meskipun sedang terpapar sinar matahari. Kamu bisa menrapkan kelima tips di atas supaya kamar tidurmu tetap adem dan nyaman. Semoga membantu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article