Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Membuat Rumah Bebas Polusi, Kualitas Udara Tetap Terjaga
Ilustrasi rumah bebas polusi (pexels.com/jonathan borba)

Banyak orang mengira bahwa polusi udara hanya terjadi di luar ruangan akibat asap kendaraan atau industri. Padahal, polusi di dalam ruangan (indoor air pollution) bisa jauh lebih berbahaya karena sirkulasi udara yang terbatas. Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA), konsentrasi polutan di dalam ruangan bahkan bisa 2 hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan di luar ruangan.

Mengingat sebagian besar waktu kita dihabiskan di dalam rumah, menjaga kualitas udara adalah hal yang krusial bagi kesehatan pernapasan jangka panjang. Berikut adalah 5 tips efektif untuk membuat rumah bebas polusi yang bisa kamu terapkan!

1. Optimalkan ventilasi silang

Ilustrasi rumah dengan jendela besar (pexels.com/curtis adams)

Membuka jendela secara rutin adalah cara termudah untuk membuang udara kotor dan memasukkan udara segar. Gunakan teknik ventilasi silang dengan membuka jendela atau pintu yang saling berhadapan agar udara mengalir secara maksimal.

Menurut pedoman dari World Health Organization (WHO) dalam panduan Natural Ventilation for Infection Control in Health-Care Settings, ventilasi alami yang baik secara signifikan mengurangi konsentrasi polutan dan risiko penularan penyakit melalui udara. WHO menekankan bahwa pembaruan udara yang konstan sangat penting untuk mengencerkan dan membuang polutan kimia maupun biologis.

2. Gunakan air purifier dengan filter HEPA

Ilustrasi air purifier (unsplash.com/samuel regan asante)

Buat kamu yang tinggal di area dengan tingkat polusi luar ruangan yang tinggi seperti di dekat jalan raya atau kawasan industri, membuka jendela terkadang justru memasukkan debu halus. Solusinya adalah menggunakan alat pemurni udara atau air purifier.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa penggunaan air purifier dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) dapat menghilangkan setidaknya 99,97 persen debu, serbuk sari, jamur, bakteri, dan partikel udara lainnya dengan ukuran 0,3 mikron. Namun, EPA mengingatkan bahwa alat ini harus dipadukan dengan pembersihan sumber polusi agar efektif.

3. Pelihara tanaman pembersih udara

Ilustrasi tanaman hias (unsplash.com/feey)

Beberapa jenis tanaman hias tidak hanya mempercantik ruangan. Ada juga loh tanaman yang berfungsi sebagai filter alami untuk menyerap racun kimia dari udara.

Berdasarkan studi NASA Clean Air Study, tanaman seperti Snake Plant (Lidah Mertua), Peace Lily, dan Spider Plant terbukti efektif menyerap zat kimia berbahaya seperti formaldehyde, benzene, dan trichloroethylene yang sering ditemukan pada cat atau furnitur rumah. Disarankan setidaknya ada satu tanaman untuk setiap 10 meter persegi luas ruangan.

4. Kendalikan kelembapan untuk mencegah jamur

Ilustrasi dehumidifier di dalam rumah (unsplash.com/jason leung)

Kelembapan yang terlalu tinggi di atas 50 persen dapat memicu pertumbuhan jamur (mold) dan tungau debu yang merupakan alergen kuat. Gunakan dehumidifier atau pastikan kamar mandi memiliki exhaust fan yang berfungsi dengan baik.

Jamur dan lembap di dalam rumah dapat meningkatkan risiko serangan asma dan infeksi saluran pernapasan. Tingkat kelembapan di dalam rumah yang direkomendasikan berada di kisaran 30 hingga 50 persen untuk menekan pertumbuhan polutan biologis.

5. Hindari sumber polusi internal

Ilustrasi lilin aroma terapi (pexels.com/rdnne stock photo)

Langkah paling krusial adalah tidak menambah beban polusi di dalam rumah. Sumber polusi internal sering kali berasal dari aktivitas memasak tanpa penghisap asap, penggunaan semprotan pengharum ruangan berbahan kimia, lilin aromaterapi, hingga asap rokok. Produk pembersih rumah tangga juga sering melepaskan Volatile Organic Compounds (VOCs) yang berbahaya.

Dr. Joseph Allen, Direktur program Healthy Buildings di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyoroti betapa seringnya masalah polusi dalam ruangan ini terabaikan dibandingkan polusi udara di luar. Dalam wawancaranya dengan The Atlantic, ia menyatakan:

“Polusi udara dalam ruangan adalah 'bidang yang relatif kurang dieksplorasi dibandingkan bidang kesehatan masyarakat lainnya'. Terlepas dari fakta bahwa udara dalam ruangan terkadang lebih tercemar daripada udara luar ruangan, 'kita belum mendedikasikan sumber daya yang sebanding untuk menanganinya'."

Itu dia beberapa tips menjaga kualitas udara di rumah yang tidak harus mahal. Dengan kombinasi ventilasi yang baik, penggunaan teknologi filter yang tepat, serta pemilihan gaya hidup sehat, kamu bisa menciptakan tempat tinggal yang aman bagi paru-paru keluarga.

Mulailah dengan langkah sederhana, buka jendela pagi ini! Semoga penjelasan di atas bisa menjadi pemahaman baru untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman dan sehat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article