ilustrasi burnout di tempat kerja (pexels.com/Anna Shvets)
Laman resmi Harvard Graduate School of Education juga menemukan enam hal yang menjadi tekanan negatif yang dihadapi oleh remaja. Mayoritas remaja yang mengikuti survei mengaku mendapat tekanan paling besar jika memikirkan tentang rencana masa depan seperti kuliah, karier, hingga hubungan. Selain itu, mayoritas remaja juga tertekan karena prestasi akademik mereka, misalnya karena kelas, nilai bagus, dan pekerjaan.
Para remaja mengaku mengalami gangguan tidur, bahkan tidak terpenuhi tidur selama 7 jam. American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk melakukan olahraga harian secara rutin selama 1 jam. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan deeptalk dengan teman sebaya terkait hal ini agar mendapat pandangan yang berbeda. Terakhir, direkomendasikan juga agar remaja menghabiskan waktu di luar ruangan atau di alam.
Tekanan negatif yang dialami oleh para remaja tidak sepenuhnya dilaporkan kepada orang dewasa. Jika orangtua atau pendamping menemukan tanda academic burnout pada buah hati, sebaknya siswa didorong untuk membatasi rasa lelah itu dengan tidur lebih banyak, menghabiskan waktu di luar ruangan, dan mengurangi aktivitas outdoor.