ilustrasi metode pembelajaran visual (pexels.com/Liza Summer)
Penggunaan materi pembelajaran yang terlalu banyak teks dapat membuat siswa lebih cepat kehilangan perhatian. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan visual, diagram, cerita, contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, serta gerakan untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik dan dinamis.
“Manfaatkan ekspresi wajah dan gerakan tangan untuk menciptakan kehadiran yang lebih dinamis di layar. Selain itu, dapat mendorong gerakan dengan memasukkan jeda peregangan singkat atau aktivitas berdiri, terutama untuk siswa muda,” ucap Ellier Leng, guru ilmu pengetahuan dan bahasa sekolah menengah atas, dilansir Latin Hire.
Variasi dalam penyampaian materi dapat membantu siswa tetap terlibat dan tidak mudah kehilangan fokus selama pembelajaran berlangsung. Di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi, penggunaan perangkat digital memang sulit dipisahkan dari aktivitas belajar siswa.
Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan metode pembelajaran yang mampu mempertahankan perhatian mereka agar teknologi tidak justru menjadi sumber distraksi. Dengan menerapkan microlearning, pembelajaran berbasis tantangan, aktivitas sederhana, serta pendekatan visual dan interaktif, proses belajar dapat menjadi lebih menarik sekaligus membantu siswa menjaga konsentrasinya di era digital.