Ilustrasi mahasiswa ngerjain tugas (pexels.com/George Pak)
Cara sederhana untuk mengetahui apakah kamu benar-benar memahami materi adalah dengan mencoba mengajarkannya kepada orang lain. Jika belum ada teman belajar, jelaskan saja seolah-olah kamu sedang menjadi guru atau dosen.
Metode ini memaksa otak menyusun kembali informasi menjadi lebih terstruktur. Saat ada bagian yang tidak bisa dijelaskan, berarti itulah materi yang masih perlu dipelajari kembali. Teknik ini membuat sesi belajar menjadi lebih aktif dan bermakna.
"Menguji diri sendiri sebelum belajar (pretesting) telah terbukti dapat meningkatkan pembelajaran selanjutnya. Proses mengingat kembali dapat dilakukan sambil menjelaskan konsep yang telah dipelajari sebelumnya kepada diri sendiri atau kepada orang lain (selama tidak bergantung pada catatan)," dikutip dari studi "Students Can (Mostly) Recognize Effective Learning, So Why Do They Not Do It?" dalam National Library of Medicine.
Belajar efektif bukan ditentukan oleh seberapa lama kamu duduk di depan buku, melainkan bagaimana kamu memanfaatkan waktu tersebut. Dengan menerapkan active recall, belajar fokus tanpa distraksi, menggunakan spaced repetition, menetapkan target kecil, dan mengajarkan kembali materi yang dipelajari, sesi belajar selama 30 menit dapat memberikan hasil yang jauh lebih maksimal dibandingkan belajar pasif selama tiga jam.