ilustrasi menikmati makanan (pexels.com/Meruyert Gonullu)
Ada orang yang ketika makan benar-benar memberi perhatian pada rasa, aroma, dan tekstur makanan di hadapannya. Bukan sekadar kenyang, melainkan menikmati setiap suapan seperti sedang memberi jeda kecil dari kesibukan. Misalnya ketika sarapan bubur ayam di warung langganan, ia menyadari hangatnya kuah, gurihnya ayam suwir, hingga suara sendok yang menyentuh mangkuk. Kebiasaan sederhana ini membuat kegiatan makan terasa lebih hidup, bukan sekadar aktivitas rutin.
Tanpa disadari, cara makan seperti ini sudah menunjukkan mindfulness. Fokus berada pada pengalaman yang sedang terjadi, bukan pada ponsel, pekerjaan, atau hal lain yang mengganggu perhatian. Banyak orang terbiasa makan sambil menonton atau menggulir layar, sehingga rasa makanan hampir tidak benar-benar disadari. Ketika seseorang bisa menikmati makanan dengan tenang, sebenarnya ia sedang melatih kemampuan hadir sepenuhnya pada momen yang sedang berlangsung.