Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

15 Contoh Puisi Kartini Penuh Makna, Bisa Memotivasi!

15 Contoh Puisi Kartini Penuh Makna, Bisa Memotivasi!
ilustrasi seorang wanita sedang membaca buku (pexels.com/Min An)
Share Article

Pada 21 April kita akan memperingati pahlawan nasional yang memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia, yaitu R.A. Kartini. Di hari penting nasional ini, biasanya banyak instansi hingga sekolah yang merayakan hari Kartini. Tujuannya tentu untuk mengenang dan menghormati jasa-jasanya.

Salah satu cara untuk merayakan hari nasional ini adalah dengan membaca puisi. Berikut ini beberapa contoh puisi Kartini yang bisa menjadi referensi kamu.

  1. 1. Puisi Kartini penuh makna

    Ilustrasi membaca puisi (unsplash.com/Nguyen Thu Hoai)
    Ilustrasi membaca puisi (unsplash.com/Nguyen Thu Hoai)

    1. Literasi Ubah Negeri
    Oleh Khanipan

    Dulu kau diam diri di rumah
    Namun kini menduduki berbagai ranah
    Kau perjuangkan emansipasi
    Majukan bangsa dengan budaya literasi

    Kau tuntun mereka yang buta aksara
    Ajari mereka bagaimana membaca
    Bukan untuk kesombongan
    Namun demi kemajuan peradaban

    Berawal dari
    Ini Bapak Budi
    Ini Ibu Budi
    Suaramu terdengar lirih
    Namun mampu mengubah negeri

    Dengan literasi kau paparkan tujuan diri
    Berbakti kepada negeri
    Mengharumkan nama pertiwi
    Untuk kejayaan kini dan nanti

    Bekali negeri dengan literasi
    Untuk bersaing di globalisasi
    Semua berkat emansipasi
    Yang kau perjuangkan dari dulu hingga kini

    2. Abdimu, Sang Pendobrak Asa
    Oleh Anggraini Khodihaturrohmah

    Runcingnya sebilah bambu
    Bukan menjadi prioritasnya dalam berjuang
    Pun segerombol mata peluru
    Takkan mengalihkan pandangan saat mengemban

    Meninggikan derajat, mengabdi tanpa ragu
    Agar jauh dari lakon penindasan
    Opini masyarakat di masa lalu
    Bukan sebagai pembuka rute penuh liku

    Tetapi menjadi pemicu
    Agar segerombol budak wanita meniru
    Gelagat Kartini menebar ilmu
    Di atas panggung pantang runtuh
    Sabdamu, jenuh tertahan jeruji adab

    Problematika kehidupan, berniat singgah bertahan
    Kiranya gagal menanggalkan harap
    Tetapi tidak untukmu, sosok wanita menawan
    Meski tertawan, tetap bergerak namun tiarap

    Berantas kebodohan, pulihkan pemahaman
    Panutan bagi pemudi millennial
    Mengimbuh sejarah, dalam berkas perjuangan wanita belia
    Yang menuntut persamaan atas beberapa hal

    Bahwa wanita bukan budak, tetapi pendobrak asa
    Bahwa wanita menjadi bibit awal
    Lahirnya Kartini muda cerdas masa depan, bekal cita-cita kemajuan bangsa

    3. Perempuan itu Buku
    Oleh Sio Hutasoit

    Apa kau tahu? Jika perempuan itu Buku

    Tintanya biru teduh.
    Perempuan itu Gudangnya Ilmu.
    Isinya tak hanya asmara candu, namun arti dari tulus
    Pengorbanan tanpa keluh

    Walau dituntut harus sempurna sungguh, namun...
    Perempuan tahun nikmatnya berdiri teguh, tanpa kompromi waktu

    Di dalam Buku akan kau temukan cerita tentang cinta yang utuh
    Walau hidup tak semanis madu, tangis menderu bahkan sakit berdentum.
    Tak tak pernah ia tulis bahwa hidup sepahit empedu.

    Hanya ada bait tentang nyanyian syukur
    Sayangnya, Buku itu tak bisa kau beli dengan sekuntum bunga warna ungu.
    Tapi tawarlah dengan rindu yang sudah kau pupuk.
    Tenang saja, tak perlu ragu...
    Karena, dari buk itu akan kau temukan bahwa perempuan adalah pangkal restu

    Juga sajak-sajak tentang doa ibu
    Yang tiap hari ia tulis dengan tangguh
    Perempuan tak pernah layu
    Perempuan itu Buku
    Perempuan itu aku.

    4. Nostalgia
    Oleh Aenullael Mukarromah

    Tentangmu sang pahlawan nasional, juga tentangku sang pejuang asa
    Terlahir di Jepara, kemudian menghembuskan nafas di Rembang Kau sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi
    Sedangkan aku masih merangkak mengejar mimpi untuk dapat mengabdi pada Negeri
    Kau memperjuangkan wanita
    Kau bekerja keras
    Lalu apa yang terjadi saat ini?

    Mari bernostalgia
    Tentang sebuah perjalanan
    Aku perempuan, namun aku tidaklah sehebat dan sekuat perjuanganmu
    Aku perempuan, namun belum dapat mengabdi kepada Negeri Namun, embusan nyanyian motivasimu menjadi pembakar diri untuk tetap berjuang

    Habis gelap terbitlah terang
    Di manapun bumi dipijak di sanalah langit dijunjung
    Perempuan haruslah tetap bekerja keras, kerja cerdas dan berjuang dengan usaha yang keras
    Seperti perjuangan ibu kita Kartini yang telah melewati badai dan coba.

    5. Perjuangan
    Oleh Athatia

    Berselimut keberanian
    Dengan semangat berkobaran
    Berjuang demi kesetaraan
    Martabat seluruh perempuan

    Wahai Kartini
    Kau getarkan sanubari
    Dengan perjuangan membela wanita pertiwi
    Tak sekalipun mengenal kata berhenti Sebelum cahaya menghiasi hari

    Wahai Kartini
    Jasamu sungguh sangat berarti
    Takkan pernah terganti
    Selalu teringat dalam memori

  2. 2. Puisi Kartini menginspirasi

    ilustrasi membaca puisi (pexels.com/hebertsantos)
    ilustrasi membaca puisi (pexels.com/hebertsantos)

    6. Kartiniku Kini
    Oleh Mochammad Ridwan

    Saat pena kau tempelkan secarik kertas
    Tersusunlah kata-kata sukam meretas
    Membawa perubahan awal sepintas
    Hingga kaummu menyambut penuh antusias

    Kini wahai Kartiniku
    Kaummu seakan melupakanmu
    Tersibuk dengan lautan ambigu
    Terlupa akan sebuah perilaku

    Wahai Kartiniku kini
    Tidaklah mentari lupa menanti pagi
    Saatnya dirimu membekali literasi
    Saatnya dirimu penuh inovasi

    Wahai Kartiniku kini
    Sudahkan dirimu menyelami diri
    Mencari dimana peradaban nanti
    Mengikuti aliran tsunami teknologi

    Sepatah tulisan membawa pesan
    Sebarisan kalimat membuyarkan angan
    Sebait paragraf merubah peradaban
    Majulah Kartiniku kini tuk kemajuan zaman

    7. Putri Ksatria
    Oleh Pauline Angelina

    Hujan tiada berhenti
    Kabut perlahan menyelimuti
    Adat dan budaya berpilih kasih
    Hak perempuan pun dibatasi

    Tangis membanjir di pipi
    Tak ada satu pun peduli
    Sekalipun rintihan bertubi-tubi
    Para insan berpura-pura tuli

    Perempuan dikekang
    Perempuan dilarang
    Perempuan terbuang
    Perempuan terbelakang

    Lemah tak berdaya
    Melawan pun tak kuasa
    Hanya dapat berpasrah
    Menerima siksaan jiwa

    Dan semua itu kini sirna
    Berkat sang putri ksatria
    Wahai Kartini yang mulia
    Jasamu sungguh tiada tara

    Perempuan bebas
    Perempuan lepas
    Perempuan setara
    Perempuan merdeka

    Tak ada lagi luka
    Tak ada lagi duka
    Semua telah sirna
    Berkat sang putri ksatria

    8. Kartini Pengejar Mimpi
    Oleh Afif Maulana

    Kartini-kartini pengejar mimpi
    Menyusuri bukit penuh duri
    Memikul mimpi yang terangkai suci
    Semangatnya membelah langit dan bumi
    Menggoreskan pena di dalam hati

    Kartini-kartini pengejar mimpi
    Terbangkan nama ibu pertiwi
    Melangkah kaki di atas lautan api
    Tak gentar walau musuh menghalangi
    Melangkah kaki dalam kesunyian diri

    Kartini yang senantiasa mengejar mimpi
    Takkan lupa akan janji suci nan abadi
    Senantiasa menari sepanjang khatulistiwa
    Senantiasa mengukir seluas samudera
    Senantiasa bersimpuh dalam doa

    Kartini-kartini pengejar mimpi
    Ciptakan sejarah sepanjang masa
    Tiupkan seruling syahdu irama
    Sinarkan lentera terangi cakrawala
    Berjuang dalam sepenuh nyawa

    Kartini-Kartini pengejar mimpi
    Engkaulah wajah-wajah ibu pertiwi.

    9. Habis Gelap Terbitlah Terang
    (Anonim)

    Itulah pikiranmu
    Tanpa batas antara kita dan mereka
    Kau menghapus batasan itu
    Kau menunjukkannya
    Tak ada beda kita dengan mereka

    Hidup dan matimu demi itu
    Kau korbankan jiwa dan ragamu
    Menunjukkan bahwa kita bisa
    Kau semangat membara

    Usaha dan semangatmu tak pernah mati
    Meski cacian sering menerjang,
    Kau tetap bersemangat Untuk menghancurkan dinding pembatas
    Hingga selamanya
    Kini, hasil mu telah terasa

    Kau menunjukkannya
    Kau adalah inspirasi setiap perempuan
    Kau adalah inspirasi negeri ini
    Kau adalah Ibu kita

    Terimakasih dengan jasamu
    Yang menuntun kamu
    Menjadi orang kuat
    Menjadi orang hebat

    10. Mengenang Perjuangan Di Hari Kartini
    Oleh Lusy

    Hari itu telah berlalu ibu
    Tapi perjuanganmu masih berlaku
    Sungguh agung perjalananmu
    Sebagai wanita aku menangis bahagia akan itu
    Perjuanganmu bukan hanya untuk dikenang
    Generasi mulai tumbuh hingga tak terbilang
    Banyak lahir raden ajeng kartini lanjutkan perjuangan hingga jasad menghilang

    Aku yakin habis gelap terbitlah terang
    Kartini-kartini muda bahagia
    Meneruskan perjuangan untuk jiwa dan raga
    Terima kasih Ibu Kartini
    Kami hanya mampu mengucapkan Selamat hari Kartini

    Bagiku engkaulah Ibu kita
    Pejuang emansipasi wanita
    Ide-ide kini lahir dari nasionalisme kartini muda
    Bukan hanya sekedar kata kata.

  3. 3. Puisi Kartini memotivasi

    Dian Sastrowardoyo di film Kartini (dok. Legacy Pictures/Kartini)
    Dian Sastrowardoyo di film Kartini (dok. Legacy Pictures/Kartini)

    11. Puisi RA Kartini
    (Anonim)

    Namamu abadi di tangan masa
    Atas jasa dan impian serta asa
    Membawa kaum hawa pada kemerdekaan
    Itulah engkau wahai sang putri bangsa

    Tak peduli jiwa yang rapuh
    Tetap mengayuh tanpa mengaduh
    Hingga kehendak menjadi cita
    Agar Perempuan tetap menjadi manusia

    Qodrat tetaplah kodrat
    Namun jiwa tak bisa dikekang
    Begitulah cinta di balik karya tuhan
    Takan berhenti maju meski terus berperang

    Kau adalah pahlawan bangsa
    Yang percaya pada kekuatan Tuhan
    Habis Gelap Terbitlah Terang
    Takan tenggelam sebuah harapan

    12. Emansipasi Wanita Indonesia
    Oleh R.A Kartini
    Kau lahir pada masa penjajahan
    tumbuh menjadi sosok perempuan yang elok
    berparas nan cantik dan berakal budi yang baik

    Akal budimu menjelajah dunia
    Membawa dunia di tangan hawa
    Agar sejajar diantara kaum adam
    Kau perjuangkan martabat kaum hawa

    Untuk perempuang yang terkungkung
    Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara
    Kau bebaskan mereka dengan pengetahuanmu
    Kau bela selalu kaum hawa

    13. Perjuangan Ibu Kartini
    Oleh Bunda Nuni

    Dulu ibu kartini sama seperti wanita lain
    Terkekang, terikat, mempunyai derajat rendah
    Seperti dalam jeruji besi dengan keterpurukan itu
    Ibu kartini berupaya mengubah derajat wanita lebih baik

    Kau buat wanita sejajar derajatnya
    Kau buat wanita bebas menyuarakan pendapat
    Berkat ibu kartini wanita bebas bekerja,
    Bebas menginspirasikan pendapat

    Perjuangan dirimu
    Memang tak sia-sia
    Sekarang wanita sudah sama derajatnya seperti laki-laki
    Sekarang wanita dihargai dan dipuji
    Terima kasih ibu kartini
    Terima kasih atas perjuangan dirimu
    Sekarang wanita merdeka!

    14. Bagimu Srikandi
    Oleh R.A Kartini

    Tanah jawa sang tanah para pujangga
    Tak lekang mengais kata
    Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita
    Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

    Tabir kecantikan menghiasi wajah
    Menghela cinta di balik pasrah
    Perempuan kau jadikan anugerah
    Bukan sebagai alat segala nafsu

    Wahai Srikandi,
    Kau berjuang dari balik keayuan
    Menuang keanggunan diantara impian
    Untuk kebebasan, untuk kesetaraan

    15. Kasih Lembut Ibu Pertiwi
    Oleh Alif Fia Wiraninda

    Kartini...
    Siapa yang tak mengenalmu, wahai Kartini
    Wanita yang tangguh, wanita yang tak pernah merasa takut
    Untuk melawan kejinya dunia ini

    Lembut kasihmu
    Ramah tutur katamu
    Membuat dunia ini menangis bersimbah darah atas kepergianmu

    Kau adalah wanita terhebat bagiku
    Kau adalah ibu dari milyaran wanita di dunia ini
    Kau mampu mempertaruhkan nyawamu demi negeri ini

    Demi wanita Indonesia
    Juga demi Bangsa Indonesia.
    Terima kasih Kartini.

    Itulah tadi beberapa puisi Kartini yang bisa menjadi referensi. Tentu masih banyak lagi puisi lain yang bisa menjadi contoh. Selamat hari Kartini untuk kita semua, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More