Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Love Language Lansia agar Orangtua Tak Lagi Merasa Kesepian
ilustrasi love language pada orangtua lansia agar gak makin miskom (pexels.com/Danik Prihodko)
  • Perbedaan bahasa kasih dapat membuat perhatian anak disalahartikan, sementara lansia merasa kesepian; kondisi demensia juga dapat meningkatkan sensitivitas dan kebutuhan akan kesabaran.
  • Quality time melalui obrolan tanpa distraksi serta bantuan aktivitas harian, seperti menyiapkan obat dan jadwal, membantu lansia merasa didengar, aman, dan diperhatikan.
  • Sentuhan lembut seperti genggaman tangan atau pijatan, serta pujian dan ucapan terima kasih yang empatik, dapat menenangkan lansia dan menjaga rasa percaya diri mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa kamu pernah merasa sudah berusaha berbuat baik ke orang tua, tapi tanggapan mereka kelihatannya cuek atau justru sering ngomel? Padahal, kamu cuma ingin menunjukkan rasa sayang dan perhatian setelah seharian capek kerja atau kuliah. Bisa jadi, pemicu utamanya adalah perbedaan cara menyampaikan kasih sayang yang bikin kamu belum paham soal love language orang tua lansia, lho.

Kamu mungkin bakal merasa burnout karena niat baikmu selalu disalahartikan, sementara orang tua merasa kesepian serta gak dipedulikan. Momen ini jadi makin krusial mengingat bulan September diperingati sebagai Bulan Kesadaran Demensia dan Alzheimer Sedunia. Nah, penurunan fungsi kognitif atau demensia sering kali mengubah kepribadian lansia menjadi lebih sensitif atau mudah lupa, sehingga butuh ekstra kesabaran untuk memahami mereka, ya. Dengan mengerti bahasa kasih dan kondisi kesehatan mental lansia, kamu bisa memberikan perawatan yang jauh lebih empatik serta bermakna melalui empat cara ini.


1. Pahami pentingnya quality time lewat obrolan santai

ilustrasi mendengarkan apa yang dikatakan orangtua lansia dengan sepenuh hati (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bagi sebagian lansia, meluangkan waktu khusus untuk duduk dan mendengarkan cerita mereka adalah bentuk kasih sayang tertinggi, lho. Kadang mereka hanya ingin menceritakan kenangan masa muda yang sudah diulang puluhan kali tanpa dipotong. Kehadiran fisik dan perhatian penuh tanpa terdistraksi layar ponsel sangat berarti untuk kesehatan emosional mereka.

Luangkan waktu 15 hingga 30 menit setiap malam untuk sekadar minum teh bareng sambil menanyakan harinya. Biarkan mereka bernostalgia, walaupun cerita tentang "zaman dulu harga beras masih murah" sudah kamu hafal di luar kepala, ya. Tertawa kecil bersama saat mendengar cerita jenaka masa lalu mereka bisa meningkatkan hormon oksitosin yang bikin suasana hati lansia lebih bahagia. Percayalah, gestur kecil ini jauh lebih berharga daripada membelikan barang mewah tapi kamu asyik main gim di sebelahnya.


2. Berikan act of service lewat bantuan aktivitas harian

ilustrasi membuat papan pengumuman (pexels.com/Kevin Malik)

Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik lansia pasti akan mengalami penurunan secara bertahap sehingga aktivitas sederhana terasa berat. Membantu memotongkan buah, menyiapkan obat tepat waktu, atau merapikan kamar tidur juga bentuk perhatian yang sangat berharga, lho. Bahasa kasih berupa tindakan nyata atau act of service sering kali lebih dipahami oleh generasi terdahulu dibanding kata-kata manis. Menunjukkan kepedulian lewat aksi langsung membuat mereka merasa tetap diayomi dan aman di rumah sendiri.

Kamu bisa mulai dengan hal simpel seperti menyiapkan air hangat untuk mandi sore atau menemani mereka jalan pagi di sekitar kompleks. Kalau orang tua mulai pikun karena faktor demensia, bantu buatkan papan jadwal harian yang informatif dan mudah dibaca di area yang sering terlihat. Langkah kecil ini gak cuma mempermudah hidup mereka, tapi juga melatih kesabaranmu sebagai caregiver muda yang berbakti, lho.


3. Tunjukkan physical touch sederhana yang menenangkan

ilustrasi memeluk hangat orangtua lansia (pexels.com/cottonbro studio)

Sentuhan fisik yang lembut merupakan cara paling cepat untuk menyalurkan rasa aman serta rasa sayang kepada orang tua lansia. Seiring bertambahnya umur, rasa cemas dan kesepian kerap datang tanpa alasan yang jelas akibat perubahan hormon. Usapan lembut di pundak, genggaman tangan saat berjalan, atau pijatan ringan di kaki bisa memberikan efek relaksasi yang luar biasa. Sentuhan ini secara medis dapat menurunkan tingkat stres atau kadar hormon kortisol pada tubuh lansia.

Jangan canggung untuk memeluk mereka saat baru pulang kerja atau sekadar mengelus punggungnya saat mereka tampak lelah. Buat kamu yang dari kecil jarang bersentuhan fisik sama orang tua, memang awalnya bakal terasa sedikit kaku atau kikuk. Namun, tenang saja, coba mulai dari memijat tangan mereka pakai minyak kayu putih favorit sembari mengobrol ringan. Sentuhan hangat itu jadi bahasa tanpa kata yang bisa langsung bikin nyes hati orangtua tersayang, nih.


4. Sampaikan words of affirmation yang penuh empati

ilustrasi mengucapkan words of affirmation untuk menenangkan orangtua lansia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Lansia kerap merasa sudah gak berguna lagi bagi keluarga karena keterbatasan fisik yang mulai membatasi ruang gerak mereka. Oleh karena itu, apresiasi dalam bentuk kata-kata pujian atau words of affirmation sangat dibutuhkan untuk menjaga rasa percaya diri mereka. Menerapkan pujian tulus bisa membakar semangat hidup dan membuat mereka merasa tetap dihargai. Kalimat sederhana yang menenangkan hati mampu mengurangi risiko depresi yang kerap mengintai usia senja.

Jangan pelit memberikan pujian, contohnya dengan bilang, "Masakan Ibu hari ini enak banget, deh!" atau "Terima kasih ya Pak sudah selalu mendoakan aku." Kalau mereka melakukan kesalahan karena faktor lupa atau demensia, hindari nada bicara tinggi dan gunakan kalimat reorientasi yang lembut, ya. Mengucapkan terima kasih atas perjuangan mereka membimbingmu hingga sukses sekarang bisa bikin mereka merasa dihargai, lho. 

Memahami love language orang tua lansia memang membutuhkan kesabaran ekstra dan proses belajar yang gak instan dari anak. Namun, setiap usaha kecil yang kamu berikan hari ini akan menjadi kenyamanan tak ternilai harganya bagi masa tua mereka, kok. Mumpung mereka masih ada di sisimu, ayo berikan kasih sayang terbaik sebelum waktu yang memisahkan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article