ilustrasi komunikasi anak dan orangtua (pexels.com/cottonbro studio)
Menjadi tua gak selalu mudah karena ada banyak perubahan yang harus dihadapi. Orangtua mungkin mengalami kehilangan pasangan, perubahan kesehatan, berkurangnya kemampuan melakukan aktivitas tertentu, atau harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang berbeda. Dalam kondisi seperti itu, kamu mungkin refleks ingin langsung memberikan solusi setiap kali mereka bercerita. Padahal, terkadang mereka hanya ingin didengarkan tanpa langsung diberi nasihat atau dianggap gak mampu menghadapi masalahnya sendiri.
Psychology Today menyarankan agar percakapan sulit dengan anggota keluarga dilakukan dengan kesabaran, empati, kebaikan, dan pengertian, tanpa terburu-buru menyelesaikan semuanya. Kamu juga bisa memulai dari pertanyaan terbuka dan benar-benar mendengarkan jawabannya, bukan bertanya hanya untuk kemudian menyampaikan pendapatmu sendiri. Dengan hadir seperti itu, kamu memberikan pesan bahwa orangtuamu tetap aman untuk bercerita, didengar, dan dihargai meskipun kalian sedang menghadapi fase kehidupan yang gak gampang.
Pada akhirnya, kebutuhan orangtua yang menua sebenarnya gak selalu berupa bantuan besar atau perhatian yang berlebihan. Mereka juga ingin tetap dipandang sebagai pribadi yang punya pilihan, pendapat, dan keinginan sendiri.
NIA menekankan bahwa keputusan mengenai bantuan dan masa depan sebaiknya melibatkan orangtua, sementara Psychology Today menyoroti pentingnya komunikasi, kesabaran, dan rasa hormat dalam menjaga kedekatan keluarga. Jadi, daripada terus berasumsi tentang apa yang mereka butuhkan, mungkin sekarang waktunya kamu lebih sering bertanya, mendengarkan, dan benar-benar hadir untuk mereka.