Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resensi Buku Warrior of the Light, Buku Favorit Prabowo

3 min read
Resensi Buku Warrior of the Light, Buku Favorit Prabowo
Warrior of the Light karya Paulo Coelho (gramedia.com)
  • Warrior of the Light karya Paulo Coelho adalah kumpulan aforisme dan refleksi puitis tentang sosok Kesatria Cahaya, bukan novel beralur konvensional.
  • Buku terbit pertama pada 1997 ini menjadi perbincangan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutnya sebagai salah satu bacaan yang paling memengaruhi hidupnya.
  • Pesan utamanya mencakup menerima kegagalan, menyeimbangkan ketegasan dengan belas kasih, serta fokus menjalani mimpi dan proses hidup tanpa menghakimi perjalanan orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu pernah merasa lelah berjuang buat mimpi sendiri atau sesekali ragu apakah usaha yang kamu lakukan selama ini benar-benar berarti, Warrior of the Light karya Paulo Coelho mungkin bisa jadi teman yang tepat. Buku ini bukan novel dengan alur cerita konvensional, melainkan kumpulan renungan singkat yang ditulis dalam gaya puitis. Belakangan ini, buku ini juga diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkap kalau Warrior of the Light adalah salah satu buku favoritnya yang paling berpengaruh dalam hidupnya.

Lewat gaya penulisan yang khas Coelho, sarat metafora dan penuh kearifan, buku ini terasa seperti percakapan intim antara penulis dan pembacanya. Setiap halaman menghadirkan potongan-potongan hikmah yang bisa dibaca terpisah atau berurutan. Yuk, simak resensi lengkap buku Warrior of the Light karya Paulo Coelho!

  1. 1. Resensi buku Warrior of the Light karya Paulo Coelho

    cover buku Warrior of the Light
    cover buku Warrior of the Light (amazon.com)

    Identitas Buku

    • Judul: Warrior of the Light (Kitab Suci Kesatria)
    • Penulis: Paulo Coelho
    • Terbitan pertama: 1 Januari 1997

    Warrior of the Light bukan novel dengan alur cerita yang mengalir, melainkan kumpulan cerita pendek berisi aforisme, petuah, dan refleksi yang ditulis Paulo Coelho buat membantu pembaca menemukan kekuatan batinnya sendiri. Di dalamnya, Coelho mengangkat sosok 'Kesatria Cahaya' sebagai representasi setiap orang yang berani mewujudkan mimpi, menerima ketidakpastian dalam hidup, dan bangkit menyongsong takdir pribadinya yang unik. Lengkap juga dengan kisah-kisah tentang cinta, keberanian, kesetiaan, dan harapan akan hidup.

    Di Indonesia, Warrior of the Light diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Buku ini juga hadir sebagai companion inspiratif dari The Alchemist, novel internasional bestseller yang sudah memikat jutaan pembaca di seluruh dunia.

  2. 2. Pelajaran berharga dari buku Warrior of the Light

    Warrior of The Light A Manual (periplus.com)
    Warrior of The Light A Manual (periplus.com)

    Salah satu pelajaran paling kuat dari Warrior of the Light adalah soal menerima kegagalan sebagai bagian dari proses, bukan akhir dari perjalanan. Coelho menuliskan bahwa seorang Kesatria Cahaya selalu berusaha menyeimbangkan antara ketegasan dan belas kasih. Karena jalan menuju tujuan gak selalu sesuai dengan yang dibayangkan, sehingga dibutuhkan kombinasi antara disiplin dan penerimaan buat terus melangkah.

    Buku ini juga mengajarkan pentingnya fokus pada perjalanan sendiri tanpa perlu menghakimi jalan hidup orang lain. Coelho menegaskan bahwa gak ada yang namanya 'lebih baik' atau 'lebih buruk' dalam perjalanan hidup. Setiap orang punya bekal yang cukup buat menjalani jalannya masing-masing. Pelajaran inilah yang bikin buku ini terasa relevan buat siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpinya sendiri, sekaligus belajar berdamai dengan proses yang gak selalu berjalan mulus.

  3. 3. Kumpulan quotes dari buku Warrior of the Light

    Warrior of the Light karya Paulo Coelho (gramedia.com)
    Warrior of the Light karya Paulo Coelho (gramedia.com)

    "Seorang pejuang tidak boleh menundukkan kepala—jika tidak, ia akan kehilangan pandangan terhadap cakrawala mimpinya."

    "Seorang pejuang cahaya tidak pernah terburu-buru. Waktu bekerja sesuai keinginannya; dia belajar untuk menguasai ketidaksabarannya dan menghindari bertindak gegabah."

    "Ksatria cahaya kadang-kadang berperilaku seperti air, mengalir memutari penghalang jalannya. Aliran air sungai menyesuaikan diri dengan alur apa pun yang tampak di depannya."

    "Dari semua cara yang kita temukan untuk menyakiti diri sendiri, yang terburuk adalah melalui cinta. Kita selalu menderita karena seseorang yang tidak mencintai kita, atau seseorang yang telah meninggalkan kita, atau seseorang yang tidak mau meninggalkan kita. Jika kita sendirian, itu karena tidak ada yang menginginkan kita..."

    "Seorang Pejuang Cahaya menghargai mata seorang anak karena mata itu mampu memandang dunia tanpa kepahitan. Ketika ia ingin mengetahui apakah orang di sampingnya layak dipercaya, ia mencoba melihatnya seperti yang dilihat seorang anak."

    Itu dia resensi hingga pelajaran dari buku Warrior of the Light. Apakah kamu tertarik juga membaca buku ini?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More