Ketika salah satu anggota keluarga mengalami demensia, kehidupan sehari-hari juga ikut terdampak. Hal-hal yang sebelumnya mudah, kini bisa menjadi lebih sulit. Kamu mungkin harus lebih sering mengingatkan, menemani beraktivitas, atau membantu mengambil keputusan yang sebelumnya bisa dilakukan sendiri.
Peran sebagai pendamping pun menjadi bagian dari rutinitas keluarga. Di tengah fokus merawat orang yang mengalami demensia, kebutuhan diri sendiri sering berada di urutan paling belakang. Kamu mungkin merasa tidak enak ketika ingin beristirahat, pergi bersama teman, atau sekadar memiliki waktu sendirian. Berikut lima tips agar proses mendampingi keluarga tetap berjalan tanpa mengabaikan mental diri sendiri.
