Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Cara Menghentikan Kebiasaan Anak yang Suka Menghisap Jempol
ilustrasi anak menghisap jempol (pexels.com/Ksenia Chernaya)
  • Artikel membahas kebiasaan anak menghisap jempol yang bisa terbawa hingga dewasa jika tidak segera dihentikan oleh orangtua.
  • Dijelaskan enam cara menghentikan kebiasaan tersebut, mulai dari tidak memaksa, mengalihkan perhatian, memberi pujian, hingga konsultasi ke dokter gigi.
  • Orangtua juga disarankan memberi contoh nyata dan edukasi visual agar anak memahami dampak buruk dari kebiasaan menghisap jempol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebiasaan anak memang bermacam-macam. Ada yang baik, namun ada kebiasaan yang buruk juga. Jika sudah menyangkut kebiasaan buruk, tentu orangtua harus mengambil langkah untuk menghentikannya. Pasalnya, orangtua pulalah yang paling tahu faktor yang melatarbelakangi kebiasaan buruk anak. Apakah terpengaruh dari anggota keluarga, lingkungan sekolahnya, atau memang berasal dari dalam diri anak itu sendiri.

Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh anak adalah menghisap jempol mereka sendiri. Parahnya, kebiasaan menghisap jempol ini dapat berlangsung lama jika tidak segera dihentikan. Bisa saja kebiasaan buruk ini terbawa hingga dewasa tanpa mereka sadari. Lalu, bagaimana sih menghentikan kebiasaan buruk anak yang masih suka menghisap jempol? Beirkut ulasannya.

1. Jangan langsung memaksa

ilustrasi anak dan ibu (pexels.com/www.kaboompics.com)

Meski menghisap jempol adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan, sebaiknya jangan langsung memaksa anak untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Lakukan hal itu secara perlahan-lahan.

Pemaksaan hanya akan berakibat anak malah jadi memberontak dan tetap melakukannya. Berikan nasihat pada anak secara halus dan perlahan agar dia bisa mengerti. Pada intinya, lakukan proses tersebut secara bertahap, karena hal itu tidak akan mudah untuk dihilangkan begitu saja.

2. Coba alihkan perhatiannya

ilustrasi anak bermain (pexels.com/Vika Glitter)

Sebagai orangtua, kamu bisa mencoba mengatasi kebiasaan buruk anak dengan mengalihkan perhatiannya. Alihkan perhatian anak pada mainan yang mereka sukai.

Dengan mengalihkan perhatiannya, anak akan sedikit lupa untuk melakukan kebiasaan tersebut. Jadi sebagai orangtua, kamu memang harus segera tanggap bila melihat anak menghisap jempol. Pasalnya, tepat pada saat itulah kamu harus mulai mengalihkan perhatian anak.

3. Berikan pujian pada anak

ilustrasi memberi pujian pada anak (pexels.com/Kampus Production)

Salah satu hal yang efektif untuk dilakukan adalah dengan memberikan pujian pada anak ketika dia bisa berhenti melakukan kebiasaan tersebut.

Sesekali coba berikan hadiah ketika mereka berhenti melakukannya walaupun hanya sebentar saja. Pujian juga bisa membantu untuk menghentikan kebiasaan anak menghisap jempol. Pujian yang diberikan orangtua, termasuk hadiah yang diberikan, akan membuat mereka merasa senang dan semangat untuk membuat progres lebih baik.

4. Coba konsultasi ke dokter gigi

ilustrasi pergi ke dokter gigi (pexels.com/iam luisao)

Jika dirasa menasihati dan usaha menghentikan kebiasaan buruk anak belum berhasil, kamu bisa membawa anak ke dokter gigi. Ajak anak ke dokter gigi untuk berkonsultasi, mencari penyebab kebiasaan buruk anak ini kaitannya dengan kesehatan sekitar mulut. Dokter juga akan memberikan dampak buruk dari menghisap jempol sehingga anak akan lebih paham dan mau menghentikan kebiasaan tersebut.

5. Berikan sesuatu yang tidak enak

ilustrasi kebiasaan buruk anak (pexels.com/www.kaboompics.com)

Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan memberikan sesuatu yang rasanya tidak enak pada jempol anak. Cara ini dianggap efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk anak. Misalnya saja dengan memberi balutan berupa perban, juga mengoleskan bawang atau jahe misalnya. Tips ini bisa dipraktikkan orangtua agar anak jera untuk menghisap jempol mereka sendiri.

6. Berikanlah contoh yang jelas

ilustrasi balita menghisap jempol (pexels.com/Rene Terp)

Anak akan dapat mudah memperhatikan dan menangkap apa yang ada di sekitar mereka. Maka, kamu bisa memperlihatkan contoh-contoh dari akibat menghisap jempol. Misalnya dengan menunjukkan gambar gigi yang rusak sebagai akibat dari menghisap jempol.

Dengan menunjukkannya, anak akan paham bahwa apa yang dia lakukan selama ini adalah kebiasaan buruk. Kamu juga bisa menambahkan dongeng atau cerita mengenai akibat buruk menghisap jempol. Pada umumnya, anak-anak percaya pada edukasi lewat cerita, apalagi jika didukung dengan tampilan visual.

Demikianlah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak suka menghisap jempol. Yang pasti, lakukan cara-cara di atas secara perlahan dan tanpa paksaan. Bagaimana pun, semuanya butuh proses, termasuk menghentikan kebiasaan buruk anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team