Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi anak balita perhatian dengan adik bayi (pexels.com/kampus)

Mengasuh anak menghadirkan banyak momen menyenangkan, tetapi juga bisa menguras energi dan emosi. Rutinitas harian serta tuntutan pengasuhan terkadang membuat orangtua lupa memperhatikan kebahagiaan diri sendiri. Padahal, menikmati peran sebagai orangtua juga penting untuk menjaga hubungan yang baik dengan anak.

Kabar baiknya, menjadi orangtua yang lebih bahagia tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk meringankan beban pengasuhan sekaligus menciptakan lebih banyak momen menyenangkan bersama anak. Berikut cara yang bisa kamu coba!

1. Ajarkan anak melakukan berbagai hal secara mandiri

ilustrasi ibu memakaikan baju pada anak (pexels.com/ekaterina-bolovtsova)

Membiasakan anak melakukan aktivitas sesuai usianya bisa membantu meringankan tanggung jawab orangtua. Mulailah dengan hal sederhana, seperti merapikan mainan, menyiapkan perlengkapan sekolah, atau membereskan tempat tidur sendiri. Selain melatih tanggung jawab, kebiasaan ini juga membantu anak membangun rasa percaya diri.

Dikutip dari HuffPost, seorang jurnalis, KJ Dell’Antonia, dalam buku How to Be a Happier Parent (2018) menjelaskan bahwa orangtua yang lebih bahagia cenderung mendorong kemandirian anak seiring bertambahnya usia. Dengan begitu, kamu tidak perlu terus-menerus mengingatkan atau membereskan segala sesuatu untuk mereka. Waktu yang tersisa bisa digunakan untuk membangun kedekatan keluarga maupun menikmati waktu pribadi.

"Orangtua yang menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang lebih bahagia dalam menjalani pengasuhan biasanya beralih dari keterlibatan yang lebih besar ketika anak masih kecil menjadi mendorong kemandirian ketika anak bertambah besar," ujar KJ Dell’Antonia.

2. Lakukan latihan pernapasan bersama anak

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/valeriaushakova)

Ketika anak rewel atau mengalami ledakan emosi, orangtua terkadang ikut terbawa suasana hingga sulit mengendalikan diri. Untuk mengatasinya, cobalah latihan pernapasan sederhana bersama anak agar kalian bisa lebih tenang. Salah satunya adalah teknik three-breath hug, yaitu berpelukan erat sambil menarik dan mengembuskan napas perlahan sebanyak tiga kali.

Shonda Moralis, seorang psikoterapis, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa teknik ini bisa membantu menenangkan anak ketika mengalami meltdown. Selain meredakan ketegangan, pelukan juga memberikan kesempatan bagi orangtua dan anak untuk membangun kedekatan emosional. Jadi, kamu bisa sekaligus menenangkan diri dan mempererat hubungan dengan si kecil.

"Teknik ini bisa sangat menenangkan ketika anak sedang mengalami ledakan emosi (meltdown)," ujar Shonda Moralis.

3. Berhenti mengikuti akun media sosial yang memicu perbandingan

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Media sosial bisa menjadi tempat mencari informasi dan berbagi pengalaman seputar pengasuhan. Namun, terlalu sering melihat kehidupan keluarga lain dapat membuat orangtua minder dan membandingkan pola pengasuhan sendiri dengan orang lain. Konten yang menampilkan keluarga sempurna juga bisa memicu tekanan untuk menjadi orangtua ideal.

Cobalah mengevaluasi akun yang kamu ikuti dan berhenti mengikuti (unfollow) konten yang membuatmu tidak nyaman. Misalnya, akun momfluencer yang memicu kebiasaan membandingkan diri atau teman yang sering membagikan pendapat hingga membuatmu stres. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus menikmati proses pengasuhan tanpa terbebani standar orang lain.

4. Luangkan waktu berkualitas bersama anak tanpa gangguan

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat orangtua hanya berfokus menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan anak. Akibatnya, waktu bersama anak lebih banyak diisi rutinitas tanpa benar-benar menikmati kebersamaan. Padahal, meluangkan beberapa menit untuk bermain atau mengobrol bisa membantu mempererat hubungan emosional.

Dikutip dari HuffPost, Claire Nicogossian, seorang  psikolog klinis, menyarankan orangtua mengevaluasi waktu berkualitas bersama anak. Kamu bisa memulainya dengan meluangkan 10 menit setiap hari untuk membaca buku atau bermain bersama. Pastikan momen tersebut bebas dari gangguan ponsel dan pekerjaan agar anak mendapatkan perhatian penuh.

"Seberapa banyak waktu berkualitas yang bisa kamu luangkan untuk bersenang-senang dan menikmati kebersamaan dengan anak melalui aktivitas yang dilakukan bersama?" ujar Claire Nicogossian.

5. Usahakan mendapatkan waktu tidur yang cukup

ilustrasi orangtua menemani anak tidur (pexels.com/cottonbro)

Kurang tidur merupakan tantangan yang sering dialami orangtua, terutama ketika masih memiliki bayi atau balita yang kerap terbangun pada malam hari. Padahal, tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik, kestabilan emosi, dan konsentrasi. Jika terus-menerus kelelahan, orangtua juga lebih mudah merasa kewalahan menghadapi rutinitas pengasuhan.

Untuk mengatasinya, cobalah mengatur waktu istirahat dan meminta pasangan bergantian menjaga anak pada malam atau pagi hari. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu ketika anak tidur untuk beristirahat daripada langsung mengerjakan pekerjaan rumah yang masih bisa ditunda. Kamu juga bisa mencoba power nap selama 10–30 menit untuk membantu memulihkan energi.

Menjadi orangtua yang bahagia bukan berarti harus selalu sempurna dalam menjalani pengasuhan. Mulailah dari kebiasaan sederhana dan jangan lupa memperhatikan kebutuhan diri sendiri agar momen tumbuh kembang anak bisa dinikmati dengan lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article