Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik setelah Erupsi Gunung, Catat!

- Abu vulkanik bersifat abrasif dan berpotensi mengiritasi pernapasan; saat erupsi, matikan pendingin, kipas, dan pemanas, tutup jendela, serta gunakan sumber air lain bila tercemar abu.
- Sebelum membersihkan, gunakan masker atau kain basah. Bersihkan dengan metode basah dan sedikit air, hindari menggosok berlebihan, serta cuci pakaian, karpet, furnitur, dan ventilasi secara menyeluruh.
- Jangan meniup, menyapu kering, memakai kipas atau pengering, maupun membuang abu ke saluran pembuangan. Jauhkan anak dan hewan peliharaan dari area berdebu, lalu buang sisa abu di tanah lapang.
Erupsi gunung berapi meninggalkan abu vulkanik yang menempel di berbagai area terbuka di rumah seperti lantai, atap, jendela, dan lain sebagainya. Partikel abu vulkanik bersifat abrasif dan berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Kandungannya berbeda dari abu biasa. Oleh sebabnya, diperlukan trik khusus untuk membersihkan area tempat tinggal yang terdampak abu vulkanik.
Ada beberapa langkah pembersihan yang sebaiknya diikuti agar kesehatan dan perabot rumah tetap aman. Berikut tips membersihkan rumah dari abu vulkanik setelah erupsi yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah yang terdampak erupsi gunung.
1. Apa yang harus dilakukan saat erupsi terjadi agar rumah tetap aman?

ilustrasi membersihkan rumah bersama (pexels.com/Antoni Shkraba) Langkah pertama setelah terjadi erupsi adalah membersihkan rumah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dalam laman National Center for Healthy Housing Colombia menyarankan untuk mematikan semua unit pendingin ruangan, kipas angin, ataupun pemanas ruangan, kemudian tutup jendela. Jika sumber air minum mengandung abu, maka gunakan sumber lain.
Selama terjadi erupsi, bersihkan tubuh, pakaian atau benda apa pun yang melekat pada tubuh sebelum beristirahat untuk menghindari abu menempel pada furnitur atau benda di rumah. Langkah ini menjadi upaya untuk menghindari kontak dengan abu semaksimal mungkin.
2. Cara membersihkan rumah dari abu vulkanik

Ilustrasi membersihkan rumah (freepik.com) U.S. Geological Survey Volcano Hazards Program menyarankan untuk menggunakan masker sebelum mulai membersihkan rumah. Jika tidak memiliki masker, dapat menggunakan kain basah. Gunakan metode pembersihan basah untuk membersihkan area rumah dengan kain pel yang lembap.
Hindari menggosok permukaan secara berlebihan sebab abu vulkanik memiliki tekstur yang tajam dan dapat merusak material. Pakaian, karpet, furnitur, serta peralatan ventilasi juga perlu dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah abu kembali beredar di dalam rumah. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan di area yang masih berdebu. Sisa abu vulkanik dapat dibuang di tanah yang lapang agar tercampur tanah saat terkena air.
Jangan membersikan abu vulkanik dengan meniup udara atau menyapu dengan sapu yang kering karena dapat memobilisasi abu kembali ke udara. Hindari menggunakan kipas angin atau pengering. Jangan membuang abu ke saluran pembuangan karena akan menyebabkan penyumbatan. Jangan pula merendam abu karena akan menggumpal menjadi massa yang keras sehingga proses pembersihan lebih sulit.
3. Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat membersihkan rumah

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Gunakan sedikit air untuk mencegah abu terangkat ke udara. Terlalu banyak air dapat menyebabkan abu menggumpal. Tutup jendela, pintu, dan saluran masuk udara dengan plastik untuk mencegah abu kembali masuk ke rumah.
Langkah pertama untuk membersihkan rumah adalah vakum abu atau sapu dengan sikat yang lembut, lalu bersihkan dengan kain yang telah dibasahi. Angin dan hujan alami akan menghilangkan abu dari atap rumah untuk mencegah korosi.
Demikian beberapa tips dan trik yang bisa diikuti untuk membersihkan rumah setelah terjadi erupsi gunung berapi. Informasi di atas bisa digunakan untuk menjaga rumah tetap bersih dan menjaga keluarga tetap aman.





















