ilustrasi seseorang anak membaca (pexels.com/RDNE Stock project)
'Kalau sudah selesai main, sana baca buku!' Kalau kalimat seperti ini terlalu sering digunakan, anak bisa saja menganggap membaca sebagai kewajiban yang harus dilakukan setelah aktivitas yang lebih menyenangkan. Buku akhirnya terasa seperti hukuman, bukan sesuatu yang ingin mereka datangi.
Coba hadirkan buku dalam suasana yang lebih santai. Letakkan beberapa buku di tempat yang mudah dijangkau, ajak membaca ketika sedang senggang, dan biarkan anak memilih bacaan yang mereka sukai. Ketika membaca gak selalu dikaitkan dengan kewajiban atau nilai, anak punya kesempatan lebih besar untuk menemukan kesenangan dari aktivitas tersebut.
Kalau ingin anak dekat dengan buku, coba lihat dulu suasana membaca di rumah. Apakah buku hanya muncul ketika anak mendapatkan tugas sekolah, atau memang ada dalam keseharian keluarga? Pertanyaan sederhana ini bisa membantu orangtua melihat bahwa membangun kebiasaan literasi gak harus dimulai dari target membaca yang tinggi.
Anak mungkin gak langsung mengambil buku setelah melihat orangtuanya membaca. Namun, contoh yang diberikan berulang kali bisa menjadi bagian dari kebiasaan mereka ketika tumbuh. Jadi, kalau ingin anak punya hubungan yang menyenangkan dengan buku, mungkin langkah pertamanya cukup sederhana: ambil satu buku, duduk, dan nikmati ceritanya bersama.