Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Pertemanan dan Relasi Sosial Bisa Bikin Kamu Panjang Umur

Cara Pertemanan dan Relasi Sosial Bisa Bikin Kamu Panjang Umur
ilustrasi hangout bareng teman (unsplash.com/priscilladupreez)
  • Relasi sosial yang sehat membantu tubuh mengelola stres, termasuk meredam lonjakan tekanan darah dan hormon kortisol saat menghadapi situasi menekan.
  • Teman dan keluarga dapat mendorong gaya hidup sehat, menjadi pengingat kebiasaan baik, serta memberi bantuan praktis dan emosional ketika seseorang sakit.
  • Interaksi bermakna menstimulasi otak dan mengurangi dampak kesepian; isolasi sosial dikaitkan dengan penyakit kronis, penurunan kognitif, serta risiko kematian dini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya teman untuk ngobrol dan berbagi cerita ternyata gak cuma bikin hari lebih menyenangkan. Hubungan sosial yang sehat juga berkaitan dengan kesehatan fisik, mental, dan umur panjang.

Karena itu, menjaga pertemanan bukan sekadar soal punya circle yang ramai, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan. Lantas, bagaimana relasi sosial bisa membantu kamu hidup lebih panjang? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini!

  1. 1. Membantu tubuh menghadapi stres

    ilustrasi menyapa teman
    ilustrasi menyapa teman (pexels.com/amina-filkins)

    Stres memang gak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi kehadiran orang terdekat bisa membantu meringankan bebannya. Teman yang mau mendengarkan, memberi sudut pandang, atau sekadar menemani dapat membuatmu lebih tenang. Hubungan sosial yang baik juga membantu meredam respons tubuh terhadap stres.

    Ketika stres lebih terkelola, tubuh pun bisa terhindar dari dampak tekanan berkepanjangan yang berisiko mengganggu kesehatan. Dukungan sosial diketahui dapat membantu meredam lonjakan tekanan darah dan hormon kortisol saat menghadapi situasi yang menimbulkan stres.

    “Mengetahui bahwa ada orang-orang yang peduli kepadamu dan ada di sana untuk mendukungmu dapat memberikan dorongan untuk terus maju,” ujar Claudia Trudel-Fitzgerald, PhD, asisten profesor psikologi di University of Quebec at Trois-Rivières dan ilmuwan afiliasi Harvard’s Lee Kum Sheung Center for Health and Happiness, dikutip dari SELF.

  2. 2. Membuat kamu lebih terdorong menjalani gaya hidup sehat

    ilustrasi dua perempuan berbincang
    ilustrasi dua perempuan berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

    Lingkungan pertemanan bisa memengaruhi kebiasaan yang kamu jalani sehari-hari. Berada di sekitar orang yang menerapkan pola hidup sehat dapat mendorongmu ikut berolahraga, menjaga pola makan, serta menghindari kebiasaan berisiko. Teman dan keluarga juga bisa menjadi pengingat agar kamu tetap konsisten menjaga kesehatan.

    Kita memang cenderung belajar dari orang-orang di sekitar. Karena itu, lingkungan sosial yang positif dapat mendorong kebiasaan sehat sekaligus menjadi accountability partner yang mengingatkanmu untuk berolahraga atau rutin memeriksakan kesehatan.

    “Salah satu temuan yang paling mengejutkan dalam literatur penelitian adalah bahwa tindakan-tindakan ini memberikan manfaat kepada pemberi manfaatnya sama besar, bahkan terkadang lebih besar, dibandingkan kepada penerimanya,” ujar Laura Kubzansky, profesor ilmu sosial dan perilaku di Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

  3. 3. Membantu saat kamu sakit atau membutuhkan dukungan

    ilustrasi menghibur teman yang sedih
    ilustrasi menghibur teman yang sedih (pexels.com/karolinagrabowska)

    Relasi sosial yang kuat bisa sangat berarti saat kondisi kesehatan sedang menurun. Dukungan dari orang terdekat dapat membantu seseorang menjalani pengobatan sekaligus memberi bantuan praktis, seperti mengantar ke dokter atau mengingatkan jadwal obat.

    Kehadiran mereka juga bisa meringankan tekanan emosional saat menghadapi penyakit serius. Karena itu, membangun hubungan yang baik sejak sehat penting agar kamu punya orang yang bisa diandalkan ketika menghadapi masa sulit.

    “Hubungan kita membentuk jaringan dukungan yang menjadi faktor tunggal terbesar dalam kesejahteraan secara keseluruhan bagi sebagian besar orang,” ujar  Steven Crane, MS, peneliti keterlibatan sosial di Stanford, dikutip dari Stanford Lifestyle Medicine.

  4. 4. Menjaga otak tetap aktif seiring bertambahnya usia

    ilustrasi teman-teman berlibur
    ilustrasi teman-teman berlibur (freepik.com/Jcomp)

    Ngobrol dengan teman juga bisa menjadi stimulasi bagi otak. Saat berdiskusi, bercanda, atau bertukar cerita, otak terus bekerja memahami informasi dan merespons percakapan. Aktivitas sosial ini berpotensi membantu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

    Sebaliknya, kurangnya interaksi sosial dalam waktu lama dikaitkan dengan risiko demensia dan penurunan kognitif yang lebih cepat. Jadi, meluangkan waktu untuk ngobrol dengan teman bukan cuma bikin pikiran lebih segar, tetapi juga bisa membantu menjaga kesehatan otak.

  5. 5. Mengurangi risiko dampak buruk dari kesepian

    ilustrasi bercengkrama dengan teman
    ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

    Punya banyak kenalan gak selalu membuatmu terbebas dari kesepian karena yang penting adalah kualitas dan rasa terhubung dalam hubungan tersebut. Sebaliknya, kesepian dan isolasi sosial dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, kecemasan, dan demensia. Bahkan, kesepian dan isolasi sosial masing-masing berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini sebesar 26 dan 29 persen.

    Kamu pun gak harus punya circle yang besar untuk mendapatkan manfaat dari relasi sosial. Mempererat hubungan yang berarti, bergabung dalam komunitas, menjadi sukarelawan, atau sekadar mengobrol dengan orang sekitar bisa menjadi langkah sederhana untuk tetap terhubung. Intinya, hubungan yang sehat bukan soal punya banyak teman, tetapi tentang hadir dan saling memberi dukungan.

    “Saran saya yang paling sederhana adalah: jika kamu menginginkan seorang teman, jadilah seorang teman,” ujar Steven Crane, MS.

    Menjaga kesehatan gak cuma soal olahraga dan pola makan, tetapi juga tentang punya hubungan sosial yang sehat dan suportif. Jadi kalau sudah lama gak menyapa teman, yuk kirim pesan dan atur waktu untuk bertemu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More