Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Mempersiapkan Kehamilan Sebelum Menikah, Jaga Fisik dan Mental
dr. Yohan Pamuji Marbun, Sp.OG dalam acara Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com (instagram.com/popmama_com)

Pernikahan bukan soal pesta yang meriah, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan, termasuk kehadiran buah hati. Nah, bagi pasangan yang ingin segera punya anak setelah menikah, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, lho!

Idealnya persiapan kehamilan dilakukan bukan setelah menikah, tetapi beberapa bulan sebelum menikah. Bukan juga soal kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan pola hidup. Sebenarnya, gimana sih tips mempersiapkan kehamilan sebelum menikah? Yuk, simak tipsnya langsung dari dokter kandungan!

1. Cek kondisi kesehatan dan reproduksi ke dokter kandungan tiga bulan sebelum menikah

dr. Yohan Pamuji Marbun, Sp.OG dalam acara Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com (instagram.com/popmama_com)

Perjalanan hebat si kecil nyatanya dimulai dari sebelum ia lahir ke dunia ini. Orangtua tentunya perlu menyiapkan berbagai macam hal yang nantinya jadi bekal untuk si kecil bisa tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia. Nah dokter spesialis kebidanan, dr. Yohan Pamuji Marbun, Sp.OG mengatakan bahwa mempersiapkan kehamilan itu sebaiknya jauh-jauh hari sebelum menikah.

"Jadi, waktu paling ideal itu sebenarnya bukan pada waktu hamil, justru sebelum kehamilannya. Tiga bulan ini sudah disiapkan untuk menabung nutrisi," tuturnya saat mengisi talkshow dalam acara Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com di Gandaria City, Sabtu (25/7/2026).

Kepada IDN Times, laki-laki yang akrab disapa dr. Marbun ini menjelaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Baik untuk perempuan yang sudah menikah dan ingin program hamil maupun belum menikah, juga perlu tahu apakah organ reproduksi memenuhi syarat untuk hamil.

"Suami juga, cek apakah spermanya baik, jumlahnya bagus, bentuknya apakah memenuhi syarat terjadinya pembuahan kepada sel telur," sambung dr. Marbun.

2. Rutin mengonsumsi vitamin, asam folat paling penting

ilustrasi vitamin (pexels.com/Jonathan Borba)

Untuk mencegah terjadinya kelainan, maka kita harus memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Terutama nutrisi sehat yang harus ditabung sebelum menikah. Dr. Marbun mengatakan bahwa asam folat itu penting untuk mematangkan sel-sel pada anak dan bayi. Jika kekurangan asam folat, maka bisa berpengaruh pada pembentukan atau penyempurnaan sistem sel syaraf bayi.

"Hasilnya adalah hal yang tidak kita inginkan, mulai dari kelainan penutupan sel saraf seperti neural tube defect. Istilahnya bayi lahir tanpa kepala, tempurungnya gak ada, otaknya kecil. Nah, itu disinyalir 70 persen akibat kurangnya dari asam folat," katanya.

Selain asam folat, calon ibu juga perlu memenuhi nutrisi dari DHA, vitamin A, hingga zat besi. Aline Adita, aktris dan model senior yang sudah menunggu kehadiran buah hati selama tujuh tahun pernikahannya pun, merasa persiapan kehamilan harus dimulai sedini mungkin.

"Sebisa mungkin aku benar-benar menjaga nutrisi karena aku mau yang terbaik buat anakku. Aku benar-benar pilih makanan yang bergizi. Aku juga minum suplemen. Jadi, aku siapkan dari sebelum hamil sampai menyusui pun, aku tetap minum suplemennya," kata Aline.

3. Jaga pola hidup dari makanan hingga kesehatan mental

ilustrasi konsultasi kesehatan mental (pexels.com/www.kaboompics.com)

"Usahakan jaga berat badan dan olahraga. Olahraganya sedang sampai ringan saja. Yang keempat, jaga kesehatan mental, jangan stres, semuanya santai aja," ujar dr. Marbun.

Dari segi medis, pemenuhan nutrisi memang sangat penting. Namun yang tidak kalah penting adalah usaha untuk menjaga kondisi psikologis. Menurut dr. Marbun, kondisi mental atau psikologis seseorang bisa berpengaruh pada kesiapan kehamilan.

Apalagi Indonesia masih erat dengan stigma-stigma yang kerap menyalahkan pihak perempuan. Faktor-faktor itulah yang bisa menyebabkan terjadinya kesulitan jika suami dan istri ingin program punya anak. Untuk itu, ia menyarankan agar dilakukan skrining terutama saat persiapan sebelum menikah.

Jadi, itu dia beberapa hal yang harus perempuan perhatikan untuk mempersiapkan kehamilan. Bukan soal vitamin saja, tetapi juga kedisiplinan dalam menjaga pola hidup dan menjaga kondisi psikologis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article