Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi anak bermain wayang (pexels.com/Andreas Suwardy)
  • Wayang diperingati melalui Hari Wayang Nasional setiap 7 November dan telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia tak benda, menegaskan posisinya dalam identitas budaya nasional.
  • Platform digital seperti YouTube dan TikTok memperluas akses pertunjukan wayang; kanal Langgeng Budaya menayangkan siaran langsung Ki Yohan Susilo kepada ribuan penonton.
  • Unsur pewayangan hadir dalam fesyen lokal dan action figure, dengan desain modern yang membawa tokoh seperti Semar, Bima, serta Gatotkaca ke ranah budaya pop.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang Nasional. Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap seni pewayangan yang tentunya gak lepas dari identitas budaya nasional. Wayang juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia tak benda.

Beberapa dari kita mungkin menilai bahwa wayang merupakan tontonan masa lalu yang ketinggalan zaman atau kuno. Namun, apakah betul wayang sudah gak relevan lagi di masa sekarang? Kalau kita telusuri lebih dalam, nyatanya wayang justru bertransformasi jadi unsur budaya yang hidup dan relevan di era modern ini. Berikut bukti-buktinya yang membuat kita semakin bangga!

1. Adanya pertunjukkan wayang digital dengan banyak audiens

ilustrasi pertunjukkan wayang (pexels.com/Cut Nanda Oemar)

Di zaman sekarang, wayang tetap lestari dengan media pengungkapan yang mengikuti perkembangan zaman, seperti halnya melalui pemanfaatan platform digital maupun media sosial. Para kreator konten dan pecinta budaya memanfaatkan platform digital seperti YouTube, TikTok, dan lainnya untuk mengenalkan seni pewayangan kepada generasi muda. Bahkan, gak hanya generasi muda, pemanfaatan teknologi ini pun memungkinkan kesenian tradisional tersebut menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Fenomena ini bisa kita lihat secara jelas dalam kanal YouTube bernama “Langgeng Budaya”. Dalam kanal tersebut, pertunjukkan wayang oleh Ki Yohan Susilo disajikan dalam bentuk siaran langsung, sehingga bisa diakses secara real-time oleh masyarakat tanpa harus datang berkunjung. Ki Yohan Susilo merupakan dalang asal Sidoarjo, Jawa Timur, sekaligus dosen Sastra Jawa di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). “Langgeng Budaya” telah memiliki belasan ribu subscriber dan ribuan penonton di banyak videonya, menunjukkan bahwa kesenian ini masih terus diminati oleh masyarakat.

2. Adanya fesyen lokal bernuansa pewayangan

ilustrasi orang menari tarian tradisional (pexels.com/Andreas Suwardy)

Selain melalui platform digital, media pengungkapan lain untuk melestarikan wayang di zaman sekarang ialah melalui fesyen. Desainer lokal dan jenama tanah air semakin kreatif dalam mengangkat unsur pewayangan ke dalam busana modern yang relevan dengan tren masa kini. Karakter ikonik pewayangan seperti Semar, Bima, hingga Gatotkaca diubah secara apik lagi artistik menjadi berbagai produk fesyen, seperti kaos, jaket, maupun kemeja yang saat dikenakan tetap terlihat stylish, bahkan menjadi simbol national pride.

Salah satu jenama lokal yang mengangkat tema pewayangan dalam produk fesyennya ialah Omah Oblong Yogyakarta, dikenal pula sebagai Jogja T-Shirt Omah Oblong (JETHE). Jenama ini mengeluarkan Kaos Series Wayang yang memadukan seni tradisional serta desain modern yang nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Inisiatif ini tentu mengikis kesan kuno, menjelma atribut kekinian yang digandrungi generasi muda.

3. Adanya koleksi action figure wayang yang estetik

ilustrasi pertunjukkan wayang (pexels.com/Kal 347)

Gak cuma pahlawan fiksi luar negeri yang punya action figure, industri kreatif lokal juga banyak merilis action figure ekslusif dengan tema tokoh pewayangan. Kehadiran koleksi figur wayang ini lantas membuat kesenian tersebut berhasil merambah ke ranah budaya pop.

Desain visual action figure tersebut pun gak kalah menarik dari koleksi action figure luar negeri. Sebab, perancangan produknya gak dibuat secara sembarangan, melainkan melalui proses riset yang mendalam. Para kreator juga memerhatikan preferensi para kolektor untuk memperkuat dasar perancangan. Di sejumlah platform e-commerce, kamu bisa dengan mudah menemukan berbagai koleksi action figure tokoh pewayangan modern dengan harga yang sebanding.

Tiga bukti nyata di atas menunjukkan bahwa wayang gak pernah kehilangan eksistensi dan relevansinya di era modern ini. Mulai dari pemanfaatan platform digital, inovasi fesyen yang tetap stylish, hingga action figure yang estetik, semuanya membuktikan bahwa wayang bisa beradaptasi dengan gaya hidup kekinian. Tetaplah bangga mengenakan produk lokal bertema pewayangan. Selamat Hari Wayang Nasional!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article