Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Kenapa Jumlah Temanmu Semakin Sedikit saat Usiamu Bertambah

5 Alasan Kenapa Jumlah Temanmu Semakin Sedikit saat Usiamu Bertambah
pexels.com/Anastasia Shuraeva
Share Article

Jumlah teman seharusnya semakin banyak seiring bertambahnya usia karena semakin banyak pula relasi yang kamu bangun. Tapi, kenapa yang terjadi justru hal sebaliknya? Jumlah temanmu justru semakin sedikit saat usiamu bertambah tua. 

Kira-kira kenapa, ya? Buat kamu yang sampai sekarang masih bertanya-tanya, ini dia jawabannya.

  1. 1. Prioritasmu sudah berbeda

    pexels.com/Victoria Borodinova
    pexels.com/Victoria Borodinova

    Saat usiamu bertambah, prioritasmu tentu berbeda apalagi kalau sudah menikah. Kamu pasti memilih stay di rumah mengurus suami dan anak daripada hangout sama teman-temanmu di luar sana.

    Inilah kenapa kamu merasa kalau temanmu menghilang satu per satu. Bukan karena benci atau apa, tapi karena mereka memilih untuk mencari teman baru yang bisa diajak hangout

  2. 2. Kamu semakin tahu mana teman, mana lawan

    pexels.com/Craig Adderley
    pexels.com/Craig Adderley

    Seiring bertambahnya usia, semakin banyak orang yang kamu kenal, kamu semakin tahu tentang sifat seseorang. Kamu jadi lebih bisa membedakan mana teman, mana lawan. Dan ketika orang yang saat ini ada di dekatmu adalah lawan semua, untuk apa menjadikan mereka teman? Benar, gak?

    Kamu menjadi orang yang super hati-hati memilih teman. Gak semua orang yang kelihatannya baik memiliki hati baik, terkadang justru sebaliknya. Rambut sama hitam, tapi hati siapa yang tahu, kan?

  3. 3. Kamu lebih mementingkan kualitas pertemanan, bukan kuantitasnya

    pexels.com/Art Jamie's
    pexels.com/Art Jamie's

    Logikanya untuk apa banyak teman kalau toxic semua? Lebih baik sedikit, tapi berkualitas semua. Sebab di usia yang sekarang, kamu butuh orang-orang yang mendukungmu, bukan yang menjatuhkanmu.

    Inilah kenapa jumlah temanmu makin sedikit. Jadi jangan heran kalau kamu hitung ulang, jumlahnya cuma 5-6 orang saja.

  4. 4. Kebanyakan teman bisa bikin kamu tambah pusing

    pexels.com/Mental Health America (MHA)
    pexels.com/Mental Health America (MHA)

    Benar, karena semakin banyak orang yang harus kamu pedulikan. Semakin banyak perasaan juga yang harus kamu jaga. Pusing, kan? Kalau gak begini, ujung-ujungnya pasti musuhan. Urusannya malah tambah ribet.

    Sementara kalau temanmu sedikit, kamu gak perlu melakukan hal di atas. Meskipun kamu blak-blakan kepada mereka, mereka pasti maklum karena seperti itulah kamu. Jadi, gak ada hal yang terlalu dipusingkan.

  5. 5. Kamu sadar kalau menghabiskan waktu dengan keluarga lebih penting daripada teman

    pexels.com/N'pallon James Kamara
    pexels.com/N'pallon James Kamara

    Sebaik apapun teman, mereka gak akan pernah bisa menggantikan posisi keluargamu. Keluarga tetap nomor satu. Inilah alasan kenapa teman-temanmu makin lama makin sedikit. Bukan karena kamu gak sayang teman, tapi karena keluarga jauh lebih penting.

    Mantan teman ada, tapi gak ada yang namanya mantan keluarga. Sekali keluarga, tetap keluarga. Kamu gak bisa menghapus namamu atau nama mereka dari daftar silsilah keluarga.

    Kamu gak perlu ambil pusing kalau jumlah temanmu semakin sedikit setiap harinya. Justru lebih baik kalau jumlah yang sedikit itu diisi oleh orang yang benar-benar bisa dipanggil teman, bukan cuma orang yang ada untuk senang saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More