ilustrasi berpikir, pilihan, bimbang, ragu, keraguan (magnific.com/wayhomestudio)
Ketika sedang cemas, membedakan fakta dan asumsi bisa menjadi cara sederhana untuk menghentikan pikiran supaya gak semakin jauh. Fakta yang kamu punya mungkin hanya “dia belum membalas selama tiga jam”. Sementara kalimat seperti “dia sudah bosan denganku” atau “dia pasti sengaja mengabaikanku” masih merupakan interpretasi. Semakin cepat kamu menyadari perbedaannya, semakin mudah untuk tidak langsung memperlakukan asumsi sebagai kenyataan.
Kamu juga bisa memberi batas waktu pada kebiasaan mengecek ponsel supaya proses menunggu gak menguasai harimu. Setelah mengirim pesan, coba kembali mengerjakan aktivitas lain dan ingat bahwa setiap orang punya kebiasaan membalas yang berbeda. Kalau keterlambatan membalas memang menjadi pola yang membuatmu gak nyaman dalam sebuah hubungan, kamu bisa membicarakan kebiasaan komunikasi tersebut secara langsung. Dengan begitu, kamu mendapatkan informasi yang jelas daripada terus menebak-nebak maksud seseorang dari satu chat yang belum dibalas.
Pada akhirnya, cemas ketika chat tak dibalas gak selalu berarti kamu terlalu baper. Bisa saja ada kecenderungan sensitif terhadap penolakan, pengalaman masa lalu, atau ketidaknyamanan menghadapi situasi yang serba gak pasti.
Hal yang perlu kamu lakukan bukan memarahi diri sendiri karena merasa cemas, tapi memahami apa yang sebenarnya sedang memicu perasaan tersebut. Sebelum membuat kesimpulan bahwa seseorang sedang menjauh, beri kesempatan pada fakta untuk muncul terlebih dahulu, ya.