Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Orang Berhenti Menggunakan Media Sosial, Kamu Ada Rencana?

ilustrasi membuka medsos (unsplash.com/martafilipczyk)
ilustrasi membuka medsos (unsplash.com/martafilipczyk)

Begitu banyak orang telah memiliki akun media sosial, bahkan lebih dari satu. Terutama generasi milenial yang pasti sudah akrab sekali dengan dumay alias dunia maya.

Namun saat banyak orang tak bisa lepas dari media sosial, malah ada yang memutuskan untuk menghapus atau menonaktifkan akunnya, lho. Kira-kira kenapa, ya? Cari tahu jawabannya di bawah ini!

1. Di dunia nyata dia sangat sibuk dan medsos gak memberikan banyak manfaat untuknya

Ilustrasi pria sibuk (unsplash.com/petritz)
Ilustrasi pria sibuk (unsplash.com/petritz)

Dahulu, sih, dia mungkin cukup aktif di media sosial. Akan tetapi belakangan ini dia seperti lenyap ditelan bumi. Penyebabnya, kesibukannya di dunia nyata kian tinggi.

Misalnya, sibuk bekerja. Pun media sosial gak mendukung pekerjaannya. Artinya, dengan atau tanpa ia memiliki akun media sosial, pekerjaannya tidak terpengaruh.

Berbeda dengan pedagang yang harus berjualan di medsos atau penulis yang bisa mengunggah karya-karya terbarunya.

2. Sadar telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membuka medsos

ilustrasi asyik main medsos (unsplash.com/franciscovenancio)
ilustrasi asyik main medsos (unsplash.com/franciscovenancio)

Dia sadar telah menggunakan nyaris semua waktunya untuk bermain media sosial. Kalau ini terus dibiarkan, semua kegiatannya di dunia nyata dapat terbengkalai.

Sayangnya, media sosial sudah serupa candu sehingga sekadar membatasi waktu dalam bermedia sosial tidak mudah. Dia harus lebih keras pada diri sendiri dengan cara berhenti total atau uninstall aplikasi.

3. Jadi lebih bisa berkonsentrasi pada kegiatan yang penting

ilustrasi konsentrasi belajar (unsplash.com/wassim998az)
ilustrasi konsentrasi belajar (unsplash.com/wassim998az)

Tadinya dia juga gak yakin bakal bisa lepas dari candu media sosial. Namun, setelah merasakan sendiri manfaat mengurangi kegiatan di media sosial, dia justru mantap untuk berhenti sekalian.

Dahulu, media sosial membuatnya membuang-buang waktu, tenaga, dan kuota. Sekarang konsentrasi belajar atau bekerjanya menjadi penuh tanpa perlu memikirkan ada kabar apa di medsos.

4. Pusing, terlalu banyak hoaks yang beredar di media sosial serta status penggunanya

ilustrasi main medsos (unsplash.com/puvvukonvict)
ilustrasi main medsos (unsplash.com/puvvukonvict)

Satu atau dua hoaks yang beredar di media sosial bisa mencuri perhatian para penggunanya sampai membuat mereka terprovokasi. Akan tetapi jika sudah terlalu banyak hoaks beredar, akhirnya terasa membosankan bahkan menjengkelkan.

Daripada berisiko, orang yang sangat mengutamakan keselamatan diri akan lebih suka berhenti menggunakan media sosial.

Belum lagi berbagai status pengguna medsos yang suka-suka, tidak memperhatikan etika, memicu pertengkaran dengan akun lain, penuh keluhan, dan sebagainya. Tidak semua orang mampu bersikap cuek dengan keributan ala medsos seperti ini.

5. Sangat gak nyaman jika akunnya dikepoin atau unggahannya dikomentari orang asing

ilustrasi menggunakan HP (unsplash.com/patt____k)
ilustrasi menggunakan HP (unsplash.com/patt____k)

Bagi orang lain bisa jadi bukan masalah. Akun dikepoin sudah menjadi risiko ketika seseorang menggunakan media sosial. Juga unggahannya dikomentari baik oleh teman yang dikenal di dunia nyata ataupun orang asing.

Akan tetapi, ada juga yang merasa sangat mudah terganggu dengan hal-hal seperti ini. Terlebih kalau seseorang yang belum pernah ditemuinya mendadak mengomentari unggahannya atau menanyakan ini itu. Males banget, kan?

Penting atau tidaknya media sosial memang sifatnya perorangan. Ada yang merasa sangat terbantu dengan keberadaan media sosial, ada pula yang merasa sama sekali gak membutuhkannya. 

Bagaimana denganmu? Ada rencana mau berhenti menggunakan media sosial juga atau malah lagi belajar memaksimalkan penggunaannya buat berbisnis dan membangun personal branding?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us