Crab mentality adalah pola pikir ketika seseorang merasa tidak nyaman melihat orang lain berkembang, berhasil, atau mencapai sesuatu yang belum berhasil diraihnya sendiri. Alih-alih merasa ikut senang atau memberikan dukungan, ia cenderung meremehkan pencapaian tersebut, memberikan komentar yang menjatuhkan, atau merasa bahwa orang lain tidak seharusnya melangkah lebih jauh darinya.
Istilah ini berasal dari perilaku kepiting dalam ember yang saling menarik satu sama lain ketika ada yang berusaha keluar. Akibatnya, tidak ada yang benar-benar berhasil naik karena terus ditarik kembali oleh kepiting lainnya.
Menariknya, crab mentality tidak selalu muncul dalam bentuk yang terang-terangan. Sikap ini sering hadir melalui komentar, pola pikir, atau kebiasaan yang terlihat sepele sehingga mudah dianggap wajar. Padahal, jika dibiarkan, pola pikir tersebut dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain sekaligus menghambat perkembangan diri sendiri. Berikut beberapa bentuk crab mentality yang sering tidak disadari.
