Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membedakan Buku Original dan Bajakan di Online Shop

5 Cara Membedakan Buku Original dan Bajakan di Online Shop
ilustrasi ciri buku original vs. bajakan saat buku berburu preloved di online shop (pexels.com/Alana Sousa)
Intinya Sih
  • Buku original memiliki cetakan tajam dan tata letak konsisten, sedangkan bajakan kerap menampilkan teks buram, berbayang, terpotong, atau tinta meluber.
  • Kualitas kertas, jilidan, dan kover menjadi pembeda: versi resmi cenderung rapi, kokoh, dan berwarna presisi; bajakan memakai bahan kasar, lem mudah lepas, serta kover kusam.
  • Keaslian dapat dicek melalui aroma dan identitas penerbit: buku original beraroma lembut serta mencantumkan ISBN valid, sementara bajakan sering berbau kimia tajam dan detail hak ciptanya bermasalah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

#LYF 5 Ciri Buku Original vs. Bajakan Saat Berburu Preloved di Online Shop

Apa kamu pernah lagi asyik scrolling e-commerce atau media sosial terus menemukan buku incaran harganya miring banget? Sensasi mendapatkan harta karun saat thrifting buku preloved memang nagih buat dompet anak muda. Namun, pas paketnya sampai, kertasnya kusam, tulisannya berbayang, dan aromanya malah bau lem kimia menyengat. Alhasil, momen yang harusnya bikin happy malah berubah jadi sebal.

Kalau kamu gak jeli membedakan ciri buku original vs bajakan, momen perburuan buku preloved bisa bikin rugi berkali-kali lipat, lho. Selain kualitas fisik yang bikin mata cepat lelah, membeli produk bajakan juga merugikan penulis favoritmu yang sudah kerja keras berkarya. Kamu tentu gak mau jika niat hemat malah berakhir penyesalan karena dapat barang yang gak layak baca? Biar pengalaman shopping kamu tetap seru dan tenang, pahami bedanya sebelum klik checkout!


1. Perhatikan kualitas cetak dan ketajaman teks

ilustrasi perhatikan ketajaman teks
ilustrasi perhatikan ketajaman teks (pexels.com/Mushahid Hussain)

Buku original selalu melewati proses quality control yang ketat dari pihak penerbit sebelum siap diedarkan ke pasaran. Hasil cetakan hurufnya sangat presisi, tajam, dan gak ada tinta yang meluber ke area kertas lainnya. Jarak antar baris serta kerapihan tata letak teks terlihat sangat konsisten dari halaman pertama hingga akhir. Kamu jadi bisa membaca tiap kalimat dengan nyaman tanpa perlu menyipitkan mata.

Sebaliknya, buku bajakan biasanya dicetak ulang memakai mesin photocopy atau printer berkualitas rendah. Hasilnya, cetakan huruf sering terlihat kabur, berbayang, bahkan ada beberapa bagian kata yang terpotong. Gak jarang juga kamu bakal menemukan bercak tinta hitam meluber yang bikin tampilan halaman jadi sangat kotor. Kalau penjual preloved cuma foto teks yang buram, mending kamu langsung skip daripada bikin mata pegal!


2. Cek jenis dan kerapihan jilidan kertas

ilustrasi jilidan buku yang rapi
ilustrasi jilidan buku yang rapi (pexels.com/Yulia Ilina)

Penerbit resmi memakai kertas berkualitas seperti bookpaper yang ringan atau HVS bersih dengan ketebalan yang pas. Tekstur kertasnya halus saat disentuh dan gak mudah robek meskipun kamu bolak-balik kertasnya berkali-kali. Selain itu, proses penjilidannya rapi menggunakan kombinasi lem khusus dan jahitan benang yang kokoh. Lembaran halaman gak akan mudah lepas walau buku dibuka agak lebar.

Beda cerita dengan versi bajakan yang biasanya pakai kertas tipis murahan atau malah kertas buram yang sangat kasar. Jilidannya cuma mengandalkan lem panas ala kadarnya yang gampang lepas begitu buku dibuka penuh. Jangan kaget kalau baru baca bab tiga, tiba-tiba lembarannya lepas satu per satu seperti kenangan mantan. Kalau foto produk preloved memperlihatkan lipatan jilid yang menggelembung kaku, fix itu bajakan!


3. Amati kedetailan kover dan warna gambar

ilustrasi kover buku
ilustrasi kover buku (pexels.com/Hanafi Mellek)

Kover buku original diproduksi dengan bahan karton yang tebal, presisi, serta memiliki finishing yang mewah seperti laminasi doff atau glossy. Warna ilustrasinya tajam, cerah, dan tulisan judul di bagian punggung buku terpasang sangat simetris. Pada buku-buku premium, biasanya ada efek timbul (emboss) atau aksen kilau (foil) yang sangat halus jika diraba.

Sementara itu, kover bajakan terlihat seperti hasil scan ulang beresolusi rendah yang dipaksa cetak. Warnanya juga cenderung kusam, terlalu gelap, atau justru pudar. Tulisan di bagian punggung buku juga sering miring dan gak pas di tengah garis lipatan. Coba minta foto jarak dekat (close-up) bagian kover ke penjualnya biar kamu gak gampang terkecoh filter foto, ya.


4. Kenali aroma khas kertas dan bau bahan

ilustrasi mencium aroma buku
ilustrasi mencium aroma buku (pexels.com/George Milton)

Buku original punya aroma khas yang sangat disukai oleh para bibliophile atau pecinta buku. Aroma kertas bersih digabung dengan tinta cetak standar industri menghasilkan wangi lembut yang gak menyengat. Bahkan untuk buku preloved tua sekalipun, aromanya berubah menjadi wangi vintage yang khas dan menenangkan saat dibaca, lho.

Nah, kalau buku bajakan punya aroma kimia yang sangat tajam dan menusuk hidung dari bahan lem murahan. Wanginya bikin pusing dan gak nyaman kalau kamu baca dalam jangka waktu yang lama. Bau menyengat ini sulit hilang meskipun bukunya sudah dianginkan berhari-hari. 


5. Cek kelengkapan ISBN dan identitas penerbit

ilustrasi ISBN buku
ilustrasi ISBN buku (dok. pribadi)

Di halaman hak cipta buku original, informasi seperti nomor ISBN, nama penerbit, dan tim redaksi tertulis sangat detail. Kamu bisa mengecek keaslian nomor ISBN tersebut secara online melalui situs resmi Perpusnas untuk memastikan validitasnya. Selain itu, beberapa penerbit besar juga menambahkan stiker hologram atau logo khusus yang sulit dipalsukan.

Pada cetakan bajakan, halaman copyright ini sering kali blur, buram, atau bahkan hilang sama sekali. Nomor ISBN yang dicetak kadang asal-asalan dan gak terdaftar saat kamu coba melacaknya di database. Oknum pembajak biasanya malas merapikan detail kecil seperti ini karena fokus mereka cuma cetak cepat. Memeriksa detail identitas ini jadi langkah paling krusial sebelum kamu memutuskan buat membelinya, lho.

Membeli buku preloved memang cara seru buat hemat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Namun, pastikan kamu selalu teliti mengecek ciri buku original vs. bajakan agar gak dirugikan oleh penjual nakal, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More