Public figure tidak hanya terbatas pada artis. Semua tokoh yang ternama atau menempati jabatan-jabatan publik juga termasuk dalam public figure. Mereka terkenal dan memiliki banyak pengikut. Ucapan, tindakan, serta karya atau hasil kerjanya berdampak pada masyarakat luas.
Seseorang boleh jadi sebenarnya tidak ingin menjadi tokoh publik. Namun, melalui pekerjaan yang ditekuni lambat laun ia dengan sendirinya dianggap sebagai public figure. Ketika itu terjadi, dia harus lebih memperhatikan etika saat melakukan apa pun.
Termasuk ketika seorang public figure hendak mengomentari atau bikin konten seputar situasi krisis yang sedang terjadi di masyarakat. Daripada ujung-ujungnya tokoh publik dihujat masyarakat bahkan terkena cancel culture lebih baik tahu waktu yang tepat untuknya menanggapi atau cukup diam dan memperhatikan apa yang terjadi. Berikut etikanya.
