Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekomendasi Buku untuk Kamu yang Ingin Menjalani Quiet Living
Rekomendasi Buku untuk Kamu yang Ingin Menjalani Quiet Living (amazon.com)
  • Quiet living mengajak memperlambat tempo, menikmati keheningan, dan menemukan kebahagiaan sederhana sebagai cara merawat kesehatan mental.
  • Susan Cain dan Erling Kagge menyoroti nilai ruang pribadi, refleksi, serta ketenangan di tengah dunia modern yang bising.
  • Shunmyo Masuno, Thich Nhat Hanh, dan Sara Maitland menawarkan praktik hidup sederhana, mindfulness dalam rutinitas, serta hubungan sehat dengan waktu sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konsep quiet living hadir sebagai bentuk pelarian yang menenangkan untuk merawat kesehatan mental. Gaya hidup ini mengajak kita untuk memperlambat tempo, menikmati keheningan, dan menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana.

Untuk membantu mencapai ketenangan tersebut, ada beberapa rekomendasi buku inspiratif yang cocok untuk kamu yang ingin menjalani quiet living. Penasaran? Simak di bawah ini.

1. Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking - Susan Cain

Buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking (gramedia.com)

Buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking, Susan Cain akan membantu pembaca untuk memahami bahwa kebutuhan akan keheningan, ruang pribadi, dan interaksi sosial yang lebih sedikit bukan suatu kelemahan. Meskipun sering dikaitkan dengan kepribadian introvert, buku ini sangat relevan untuk quiet living.

Susan Cain akan menunjukkan bahwa betapa berharganya keheningan, refleksi, dan ruang sendiri. Buat kamu seorang introvert, jangan takut untuk memulai masuk ke era quiet living, ya.

2. Silence In the Age of Noise - Erling Kagge

Buku Silence: In the Age of Noise (amazon.com)

Lewat buku Silence In the Age of Noise, Erling Kagge mengeksplorasi pentingnya menemukan ketenangan di tengah dunia modern yang penuh kebisingan. Keheningan diposisikan sebagai ruang untuk berpikir dan merefleksikan diri.

Erling Kagge merupakan seorang petualang dan cendekiawan yang pernah menghabiskan 50 hari berjalan sendirian di Antartika dengan radio rusak. Tanpa gawai, ia mencoba menjalani hidup dengan kekuatan keheningan dan menutup diri dari dunia luar.

3. Zen: The Art of Simple Living - Shunmyo Masuno

Buku Zen: The Art of Simple Living (amazon.com)

Buku Zen: The Art of Simple Living, Shunmyo Masuno mengajak pembaca mengurangi kekacauan, melepas hal yang tidak perlu, dan lebih menghargai momen sehari-hari. Dengan berbekal kearifan berabad-abad, penulis menerapkan esensi Zen pada kehidupan modern dengan jelas, praktis, dan mudah dipahami.

Pembaca akan belajar menemukan kebahagiaan dengan melakukan perubahan kecil yang kita lakukan, bagaimana kita berpikir, bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana kita menghargai momen saat ini. Kamu akan membuka diri terhadap rasa damai dan ketenangan setelah membaca buku Zen: The Art of Simple Living, Shunmyo Masuno.

4. The Miracle of Mindfulness - Thich Nhat Hanh

Buku The Miracle of Mindfulness (gramedia.com)

Buku klasik berjudul The Miracle of Mindfulness, Thich Nhat Hanh cocok untuk praktik meditasi penuh kesadaran dari biksu Buddha dan guru Zen terkenal di dunia. Ia mengajarkan bahwa quiet living tidak harus menunggu liburan atau rumah di pedesaan, tetapi dapat dipraktikkan di tengah rutinitas.

Karya ini menempatkan ketenangan dalam aktivitas biasa, seperti mencuci piring, berjalan, bernapas, dan bekerja. Tindakan sederhana ini dapat diubah menjadi meditasi yang menghadirkan kedamaian dan ketenangan di tengah dunia yang bergerak cepat.

5. How to Be Alone - Sara Maitland

Buku How to Be Alone (amazon.com)

Buku ini membantu pembaca membangun hubungan yang lebih sehat dengan waktu sendiri tanpa bantuan orang lain. Di era modern yang serba cepat, sendirian dianggap sebagai antisosial dan beberapa menganggapnya menyeramkan.

Dalam buku How to Be Alone, Sara Maitland menawarkan eksperimen dan strategi untuk mengatasi rasa takut kita saat sendirian. Ia membantu kita mempraktikkannya tanpa kecemasan dan mendorong pembaca untuk melihat manfaat menghabiskan waktu sendirian.

Deretan buku ini tidak hanya sebagai bahan bacaan, tetapi juga menjadi ilmu yang menuntun melangkah ke dalam babak baru. Gimana, kamu tertarik untuk menjalani quiet living dengan rekomendasi lima buku di atas? Mau baca buku yang mana dulu, nih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article