Setiap orang membawa pengalaman masa kecil yang membentuk cara berpikir, merasakan, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Bagi sebagian orang, masa kecil dipenuhi dengan dukungan emosional yang membuat mereka tumbuh percaya diri dan merasa aman. Namun, ada pula yang tumbuh dalam lingkungan yang belum mampu memenuhi kebutuhan emosionalnya secara konsisten. Pengalaman tersebut dapat meninggalkan luka yang terus terbawa hingga dewasa dan memengaruhi cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri.
Di sinilah konsep reparenting menjadi penting. Reparenting adalah proses belajar memenuhi kebutuhan emosional diri yang mungkin belum terpenuhi saat kecil. Bukan berarti menggantikan peran orang tua atau menyalahkan pola asuh di masa lalu, melainkan membangun kebiasaan baru yang lebih sehat, penuh kasih sayang, dan suportif terhadap diri sendiri. Jika kamu sering mengalami beberapa hal berikut, bisa jadi sudah saatnya memulai perjalanan reparenting demi kesehatan mental yang lebih baik.
