Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jelang Tidur, Tapi Pikiran Belum Mau Diam? Ini Cara Mengatasinya

3 min read
Jelang Tidur,  Tapi Pikiran Belum Mau Diam? Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi overthinking sebelum tidur (Pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Pikiran yang tetap aktif saat tubuh lelah dapat dipicu oleh ingatan, pekerjaan, kekhawatiran, dan berbagai kemungkinan yang muncul menjelang tidur.
  • Untuk menenangkan malam, isi pikiran bisa ditulis, kekhawatiran dipilah berdasarkan hal yang dapat dilakukan, serta kebiasaan scrolling sebelum tidur dikurangi.
  • Rutinitas sederhana dan aktivitas tenang dapat membantu; jangan memaksa langsung tidur. Jika gangguan berulang hingga mengganggu aktivitas, cari bantuan tenaga profesional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada hari ketika tubuh rasanya sudah meminta istirahat. Setelah seharian beraktivitas, rasanya hanya ingin segera rebahan dan tidur. Namun, begitu kepala menyentuh bantal, pikiran malah mulai ke mana-mana. Percakapan dengan seseorang tadi siang kembali teringat. Pekerjaan yang belum selesai mulai dipikirkan. Hal yang sebenarnya baru akan terjadi beberapa hari lagi ikut muncul. Belum lagi berbagai kemungkinan yang belum tentu benar-benar terjadi.

Akhirnya, tubuh memang sudah lelah, tetapi pikiran seperti belum menemukan tombol untuk berhenti.

Kondisi seperti ini mungkin terasa familiar, terutama ketika hari-hari sedang dipenuhi banyak hal. Kalau mengalaminya, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa dicoba untuk membantu membuat malam terasa lebih tenang.

  1. 1. Tuangkan isi pikiran ke dalam catatan

    Jurnaling sebelum tidur
    Jurnaling sebelum tidur (Pexels.com/Cottonbro Studio)

    Semua hal kadang bisa tiba-tiba terasa penting dan harus segera diselesaikan ketika malam hari memasuki waktu tidur. Sementara, otak kita perlu istirahat dan tidak semuanya memang perlu dibereskan di hari itu.

    Menelepon seseorang untuk bercerita di malam hari bisa menjadi kegiatan yang berlebihan untuk dilakukan. Menulisnya di buku catatan bisa jadi salah satu cara untuk mengurai pikiran tersebut dan meninggalkan keruwetan yang ada di dalam kepala menjadi sebuah tulisan yang bisa dibaca bahkan dibuang.

    Tidak perlu panjang, setidaknya poin yang membuat dirimu gelisah bisa dikeluarkan tanpa berisik di malam hari. Dengan begitu, pikiran yang tadinya terus diulang-ulang bisa “dipindahkan” ke catatan dan tidak perlu terus disimpan di kepala.

  2. 2. Bedakan mana yang bisa dilakukan sekarang mana yang tidak

    Ilustrasi prioritas
    Ilustrasi prioritas (Pexels.com/Brett Jordan)

    Tidak semua kekhawatiran membutuhkan jawaban malam itu juga. Kalau ada pekerjaan yang memang baru bisa dilakukan besok, catat dan biarkan menjadi urusan esok hari. Begitu pula dengan hal-hal yang berada di luar kendali. Malam hari mungkin bukan waktu terbaik untuk mencari jawaban dari semua persoalan. Terkadang, yang dibutuhkan hanya memberi diri sendiri izin untuk berhenti memikirkannya sementara.

  3. 3. Kurangi kebiasaan scrolling sebelum tidur

    Ilustrasi scrolling ponsel sebelum tidur
    Ilustrasi scrolling ponsel sebelum tidur (Pexels.com/Ron Lach)

    Niat awalnya mungkin hanya ingin melihat satu atau dua video sebelum tidur. Namun, tanpa terasa waktu sudah berjalan cukup lama.

    Belum lagi berbagai informasi yang masuk bisa membuat pikiran kembali aktif. Karena itu, memberikan jeda dari ponsel sebelum tidur dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat suasana lebih tenang. Tidak harus langsung menghilangkan penggunaan ponsel sepenuhnya. Bisa dimulai dengan menentukan waktu tertentu untuk berhenti scrolling dan beralih ke aktivitas yang lebih tenang.

  4. 4. Buat rutinitas kecil sebelum tidur

    Ilustrasi memiliki rutinitas sebelum tidur
    Ilustrasi memiliki rutinitas sebelum tidur (Pexels.com/Sora Shimazaki)

    Tubuh juga bisa terbantu dengan rutinitas yang dilakukan berulang. Misalnya, merapikan kamar, mengganti pakaian dengan yang nyaman, membaca beberapa halaman buku, melakukan peregangan ringan, atau sekadar mematikan lampu dan membuat suasana kamar lebih tenang.

    Tidak perlu membuat rutinitas yang rumit. Justru kebiasaan kecil yang realistis lebih mudah dilakukan secara konsisten.

  5. 5. Jangan memaksa diri untuk langsung tidur

    Ilustrasi overthinking di malam hari
    Ilustrasi overthinking di malam hari (Pexels.com/Cottonbro studio)

    Semakin sering melihat jam sambil berpikir, “Kok belum tidur juga?”, terkadang rasa frustrasi justru ikut muncul.

    Kalau belum mengantuk, tidak perlu terus memaksa mata untuk terpejam sambil memikirkan bahwa waktu tidur semakin berkurang. Cobalah melakukan aktivitas yang tenang terlebih dahulu, lalu kembali ke tempat tidur ketika rasa kantuk mulai datang. Hari memang akan selalu membawa hal baru untuk dipikirkan. Namun, bukan berarti semuanya harus mendapat perhatian pada waktu yang sama.

    Sesekali, membiarkan hari selesai tanpa mengevaluasi setiap kejadian yang terjadi di dalamnya juga merupakan bentuk memberi ruang untuk diri sendiri.

    Kalau kesulitan tidur atau pikiran yang terus mengganggu berlangsung berulang dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga profesional. Sebab, tidur bukan hanya tentang memejamkan mata. Ada kalanya tubuh sudah siap beristirahat, tetapi pikiran juga perlu diajak pelan-pelan untuk ikut berhenti sejenak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More