ilustrasi pasangan memasak bersama (unsplash.com/Becca Tapert)
Banyak orang yang bilang bahwa menikah bukan berarti mengubah kehidupanmu seutuhnya. Seseorang tetap bisa bekerja, menuntut ilmu, hingga mengejar mimpi meskipun ia sudah menikah.
Kendati demikian, pada praktiknya, kehidupan kita setelah menikah akan berbeda dengan kehidupan sebelum menikah. Setelah menikah, seseorang akan dituntut untuk memahami perasaan sang pasangan.
Itu sebabnya, kita tidak bisa lagi egois dan hanya memikirkan kepentingan pribadi. Boleh jadi, ada beberapa hal yang terpaksa kita korbankan saat menjalani kehidupan rumah tangga.
Gak heran, tidak sedikit anak sulung yang takut kehidupan pribadinya terenggut saat ia memutuskan untuk menikah. Namun, hal tersebut bukan hal yang buruk, kok. Sebab, kesiapan seseorang dalam berumah tangga bukan hal yang bisa dipaksakan.
Kelima alasan tersebut mungkin tak dirasakan sekaligus oleh semua anak pertama. Namun, salah satunya boleh jadi melekat pada diri si sulung. Kamu sendiri gimana? Dari sederet alasan di atas, adakah alasan yang menggambarkan mengapa kamu tidak ingin buru-buru menikah?