ilustrasi perempuan merenung (magnific.com/magnific)
Perhatikan waktu kamu paling sering mengeluh, misalnya setelah membuka media sosial atau ketika pekerjaan terasa gak terkendali. Pola tersebut bisa menunjukkan bahwa pemicunya tidak selalu masalah besar, melainkan kondisi tertentu yang membuatmu lebih mudah frustrasi. Mengenali pemicu seperti ini membuat keluhan gak lagi muncul secara otomatis.
Kamu bisa mulai mencatat apa yang terjadi sebelum rasa kesal muncul. Dari sana, pilih satu kebiasaan kecil untuk mengurangi pemicunya, seperti membatasi scrolling atau menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu. Langkah sederhana ini lebih berguna daripada sekadar menyalahkan diri karena terlalu banyak mengeluh.
Mengeluh sesekali tetap menjadi bagian wajar dari kehidupan sehari-hari. Yang perlu diperhatikan adalah ketika keluhan mulai mengambil lebih banyak energi daripada tindakan yang bisa dilakukan. Inilah yang menjadi alasan kamu kudu stop mengeluh mulai dari sekarang. Jadi, kurangi keluhan hidup sedikit demi sedikit dan gunakan ruang itu untuk membentuk mental tangguh sesuai kemampuanmu.