Tidak semua tulisan dibuat untuk dibagikan kepada orang lain. Ada yang sengaja disimpan di buku catatan, aplikasi, atau dokumen pribadi karena memang hanya ingin menjadi tempat untuk menuangkan isi pikiran. Bahkan, sebagian orang rutin menulis jurnal meski tahu tidak akan ada orang lain yang membaca setiap kalimatnya.
Menariknya, kegiatan ini tetap bisa terasa menyenangkan meskipun tidak menghasilkan sesuatu yang bisa dipamerkan atau mendapat tanggapan dari siapa pun. Tidak ada tuntutan untuk menggunakan bahasa yang bagus, menyusun cerita secara rapi, atau membuat tulisan terlihat menarik. Lalu, apa alasan menulis jurnal tetap seru walau gak dibaca orang lain dan hanya untuk diri sendiri?