Popularitas sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mempunyai lingkaran sosial yang luas dan mudah memperoleh berbagai peluang. Semakin banyak orang yang mengenal nama seseorang, semakin besar pula anggapan bahwa ia memiliki koneksi kuat yang dapat mendukung perjalanan karier maupun kehidupan personal. Padahal, dikenal banyak orang dan mempunyai networking berkualitas merupakan dua kondisi yang gak selalu berjalan beriringan.
Networking yang bernilai bukan sekadar persoalan berapa banyak kontak yang tersimpan atau seberapa luas lingkaran pertemanan, melainkan juga tentang kepercayaan, relevansi, dan hubungan timbal balik yang terbentuk di dalamnya. Relasi profesional yang sehat bahkan dapat berkembang dari lingkaran kecil selama setiap pihak mampu saling memahami, menghargai, dan memberi nilai secara konsisten, sebagaimana relasi global juga dapat menjadi modal untuk membuka kesempatan kerja maupun bisnis. Jadi, daripada sekadar mengejar popularitas, yuk pahami mengapa kualitas koneksi justru jauh lebih penting.
