Produk sambal Simpati Lombok Kuning di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Ketika usaha mulai berkembang, pelaku UMKM juga perlu memikirkan strategi jangka panjang. Selain memperluas jangkauan penjualan, pengelolaan keuangan, pembagian tugas, dan perencanaan bisnis perlu diperhatikan agar operasional usaha bisa berjalan lebih terarah.
Bagi Melyana, mengembangkan usaha juga berarti mengubah cara pandang terhadap bisnis. Hal ini ia rasakan setelah Simpati Lombok Kuning bergabung sebagai UMKM binaan BI pada 2024.
“Banyak banget. Yang pertama pasti mindset,” kata Melyana saat menceritakan manfaat pembinaan BI bagi perkembangan usahanya.
Sebelumnya, fokusnya lebih banyak tertuju pada produksi dan penjualan. Melalui pembinaan tersebut, ia mulai memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menyusun perencanaan bisnis, serta memanfaatkan pemasaran digital. Ia juga belajar bahwa pemilik usaha gak harus mengerjakan seluruh proses operasional sendiri.
“Sudah bikin sendiri, jual sendiri, cuannya diambil sendiri. Dibagilah sama teman-teman, ambil karyawan, jadi operasionalnya dimanfaatkan, diserahkan ke orang lain. Ibu mikir nih, ke depannya mau seperti apa? Strateginya apa yang dijalankan,” tuturnya.
Pembinaan tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan BI untuk membantu UMKM memperkuat pengelolaan usaha. Selain pembinaan bisnis dan bantuan peralatan produksi, BI juga memfasilitasi akses pasar agar produk UMKM memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Simpati Lombok Kuning menjadi salah satu contohnya. Produk sambal asal Makassar ini telah tersedia di berbagai jaringan ritel, termasuk Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret. Pemasarannya juga telah menjangkau luar Sulawesi Selatan.
Untuk pasar internasional, produk Simpati Lombok Kuning pernah dikirim ke Jepang dan Selandia Baru. BI turut memfasilitasi akses ke pasar Jepang melalui program AMBF serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di Singapura. Pertemuan tersebut menghasilkan pesanan pembelian atau purchase order (PO).
Perjalanan Simpati Lombok Kuning memperlihatkan bahwa mengembangkan bisnis kuliner membutuhkan sejumlah langkah yang saling berkaitan. Memahami pelanggan menjadi titik awal, sementara pengelolaan usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pasar membantu pelaku UMKM menyiapkan bisnis untuk tumbuh secara bertahap. (WEB)