ilustrasi membeli buku (pexels.com/Ali Khalil)
Terakhir, tanda bahwa kegiatan book thrifting bukan karena ingin membaca adalah koleksi lamamu yang terlupakan. Kamu baru saja membeli satu buku dan mungkin belum sampai separuh halaman, tetapi begitu melihat judul lain yang lebih menarik, perhatian langsung pindah ke sana. Buku yang tadi membuatmu penasaran mendadak terasa biasa saja, seolah-olah ada sesuatu yang lebih seru hanya karena kamu menemukan pilihan baru. Akibatnya, kamu terus merasa buku yang sedang ada di tanganmu bukan pilihan yang tepat, padahal beberapa hari sebelumnya kamu sendiri yang begitu ingin memilikinya.
Kebiasaan ini bisa terlihat dari cara kamu menentukan bacaan. Setiap menemukan buku baru, kamu langsung merasa ingin mengganti buku yang sedang dibaca, bukan karena ceritanya memang tidak bagus, tetapi karena ada rasa penasaran terhadap sesuatu yang belum dimiliki. Kalau hal itu terjadi hampir setiap kali bookthrifting, bisa jadi yang membuatmu senang bukan proses membaca sampai selesai, melainkan perasaan bahwa selalu ada buku lain yang lebih menarik untuk ditemukan.
Suka berburu buku dan suka membaca bukan selalu hal yang sama. Ada orang yang memang menikmati mencari buku-buku lama, memperhatikan sampulnya, atau merasa puas setelah menemukan judul yang sulit dicari. Kalau kamu mulai menyadari bahwa bagian paling menyenangkan justru terjadi sebelum buku dibuka, mungkin yang sedang kamu sukai memang kegiatan bookthrifting itu sendiri.