Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku Favorit Cate Blanchett yang Cocok Menemani Waktu Luang
Cate Blanchett di Disclaimer (dok. Apple TV/Disclaimer)

Cate Blanchett dikenal sebagai salah satu aktris berbakat di dunia perfilman. Di balik kemampuan aktingnya yang luar biasa, ia juga merupakan pencinta sastra yang gemar membaca berbagai karya dengan tema mendalam. Tak heran jika daftar buku favoritnya dipenuhi karya-karya yang mampu meninggalkan kesan kuat bagi pembacanya.

Menariknya, pilihan bacaan Cate Blanchett bukan sekadar novel populer, tetapi juga buku-buku yang mengajak pembaca berpikir lebih jauh tentang kehidupan, hubungan antarmanusia, hingga makna kebebasan. Jika sedang mencari bacaan berkualitas untuk mengisi waktu luang, lima buku berikut bisa menjadi rekomendasi yang layak dipertimbangkan.

1. The Master and Margarita – Mikhail Bulgakov

The Master and Margarita (goodreads.com)

The Master and Margarita merupakan salah satu novel klasik Rusia yang paling berpengaruh. Ceritanya dimulai ketika sosok misterius yang diyakini sebagai Iblis datang ke Moskow dan membawa berbagai peristiwa aneh yang mengacaukan kehidupan banyak orang. Di balik unsur fantasi tersebut, novel ini menyimpan kritik tajam terhadap kebebasan berekspresi pada masa pemerintahan Stalin.

Cate Blanchett pernah mengungkapkan bahwa buku ini memiliki begitu banyak lapisan cerita yang membuatnya sulit dilupakan. Menurutnya, novel ini membahas pencarian makna hidup dengan cara yang unik sekaligus berani. Meski termasuk bacaan cukup kompleks, The Master and Margarita tetap menawarkan pengalaman membaca yang memikat bagi siapa saja yang menyukai sastra dengan unsur filsafat dan satire.

2. A Manual for Cleaning Women – Lucia Berlin

A Manual for Cleaning Women (theshortstory.co.uk)

Berbeda dari novel pada umumnya, A Manual for Cleaning Women adalah kumpulan cerita pendek yang terinspirasi dari pengalaman hidup Lucia Berlin. Tokoh-tokohnya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja binatu, hingga orang-orang yang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan. Hal-hal sederhana dalam keseharian berhasil diubah menjadi kisah yang penuh emosi dan makna.

Cate Blanchett mengaku buku ini sangat menyentuh hingga membuatnya merasa patah hati. Keistimewaan karya Lucia Berlin terletak pada kemampuannya menemukan keindahan di balik kehidupan yang tampak biasa saja. Tak mengherankan jika kumpulan cerita ini dianggap sebagai salah satu karya sastra modern terbaik dan bahkan diadaptasi menjadi film yang juga dibintangi Cate Blanchett.

3. Aftermath – Rachel Cusk

Aftermath (goodreads.com)

Dalam Aftermath, Rachel Cusk menuliskan pengalaman pribadinya setelah pernikahannya yang berlangsung selama sepuluh tahun berakhir. Buku memoar ini menggambarkan proses seseorang menghadapi kehilangan sekaligus belajar menjalani kehidupan yang benar-benar baru. Semua kisah disampaikan dengan gaya penulisan yang jujur dan penuh refleksi.

Buku ini tidak hanya berbicara tentang perceraian, tetapi juga mengenai perubahan besar yang bisa terjadi dalam hidup seseorang. Rachel Cusk mengajak pembaca memahami bahwa setiap akhir sering kali menjadi awal dari perjalanan yang berbeda. Bagi mereka yang menyukai bacaan emosional dan realistis, Aftermath menawarkan sudut pandang mendalam mengenai proses menerima kenyataan dan bangkit kembali.

4. The First Stone – Helen Garner

The First Stone (goodreads.com)

The First Stone merupakan karya nonfiksi yang mengangkat kasus dugaan pelecehan seksual di sebuah universitas di Australia pada awal 1990-an. Helen Garner tidak hanya menceritakan kronologi peristiwa, tetapi juga mengeksplorasi berbagai sudut pandang mengenai kekuasaan, keadilan, serta hubungan antara generasi yang berbeda dalam menyikapi isu tersebut.

Buku ini sempat memicu perdebatan karena menyentuh tema yang sensitif dan kompleks. Meski demikian, justru di situlah letak kekuatannya. Pembaca diajak berpikir kritis tanpa dipaksa menerima satu kesimpulan tertentu. Tak heran jika karya ini menjadi salah satu bacaan yang menarik perhatian Cate Blanchett karena mampu membuka ruang diskusi mengenai persoalan sosial yang masih relevan hingga sekarang.

5. The Watch Tower – Elizabeth Harrower

The Watch Tower (textpublishing.com)

Berlatar Sydney pada era 1940-an, The Watch Tower mengisahkan dua saudara perempuan, Laura dan Clare, yang harus bertahan setelah ditinggalkan ibu mereka. Kehidupan Laura berubah ketika ia menikah dengan Felix, seorang pria yang awalnya tampak baik hati. Namun, perlahan sifat manipulatif dan keinginannya untuk mengendalikan orang lain mulai terlihat, membuat hubungan mereka dipenuhi tekanan psikologis.

Cate Blanchett pernah mengatakan bahwa ia merasa seperti disergap oleh kekuatan cerita novel ini. Elizabeth Harrower berhasil membangun suasana yang mencekam tanpa harus mengandalkan adegan dramatis berlebihan. Ketegangan emosional yang terus meningkat membuat pembaca ikut merasakan kecemasan para tokohnya, menjadikan The Watch Tower sebagai salah satu novel psikologis yang sulit dilupakan.

Kelima buku favorit Cate Blanchett tersebut membuktikan bahwa bacaan berkualitas tidak selalu harus penuh aksi atau petualangan besar. Dari kelima rekomendasi tersebut, buku mana yang paling membuatmu tertarik untuk segera masuk ke daftar bacaan berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article