Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Favorit Oprah Winfrey, dari Sastra sampai Self-Improvement

5 Buku Favorit Oprah Winfrey, dari Sastra sampai Self-Improvement
Oprah Winfrey dalam podcastnya (dok. Oprah)
Intinya Sih
  • Oprah Winfrey dikenal lewat Oprah’s Book Club yang mempopulerkan budaya membaca dan memperkenalkan karya sastra serta buku inspiratif ke khalayak luas.
  • Lima buku favoritnya mencakup To Kill a Mockingbird, Their Eyes Were Watching God, The Power of Now, Song of Solomon, dan A New Earth dengan tema kemanusiaan dan kesadaran diri.
  • Pilihan bacaan Oprah menyoroti isu identitas, keadilan sosial, serta transformasi spiritual yang menggugah empati dan mendorong pembaca untuk memahami diri serta dunia secara lebih mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Oprah Winfrey bukan hanya dikenal sebagai tokoh berpengaruh, tetapi juga sebagai fgur yang mempopulerkan budaya membaca di level global. Lewat Oprah’s Book Club, ia berhasil menjembatani berbagai karya sastra dan buku dari para penulis ke pembaca luas.

Pilihan buku Oprah Winfrey biasanya menampilkan kepekaan sosial serta kedalaman empati. Ia menyebutkan, bahwa membaca adalah cara yang paling penting untuk memahami manusia secara utuh. Berikut rekomendasi buku favorit yang sering dibaca Oprah Winfrey, dari sastra klasik sampai buku-buku self-improvement.

1. To Kill a Mockingbird karya Harper Lee (1960)

sampul buku To Kill a Mockingbird
sampul buku To Kill a Mockingbird (ebooks.gramedia.com)

Oprah Winfrey sudah membaca novel To Kill a Mockingbird sejak muda. Novel ini membentuk cara pandangnya terhadap keadilaan dan kemanusiaan terutama dalam konteks rasisme yang terjadi di Amerika Serikat.

Novel berpusat pada Atticus Finch, seorang pengacara yang tengah membela Tom Robinson seorang pria kulit hitam yang ditiduh memperkosa perempuan kulit putih. Novel ini secara tajam mengkritik rasisme, ketidakadilan hukum, dan kemunafikan sosial di masyarakat Amerika Serikat. Melalui tokoh Atticus Finch, Harper Lee menghadirkan figur moral yang menjunjung tinggi keadilan, empati, dan integritas.

Oprah sering menekankan sudut pandang anak-anak pada novel ini. Di dalam To Kill a Mockingbird, terdapat sosok Scout Finch, keponakan dari Atticus Finch yang melihat ketidakadilan lewat sudut pandangnya sebagi anak-anal yang polos. Meskipun terbit di tahun 1960, novel ini masih relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

2. Their Eyes Were Watching God karya Zora Neale Hurston (1937)

sampul Their Eyes Were Watching God
sampul Their Eyes Were Watching God (amazon.com)

Their Eyes Were Watching God adalah novel yang terbit di tahun 1937 dan ditulis oleh Zora Neale Hurston. Berkisah tentang Janie Craford yang merupakan seorang Afrika-Amerika yang baru kembali ke kampung halamannya di Florida. Namun, kepulangannya menimbulkan gosip di antara tetangganya.

Janie kemudian menceritakan tentang pernikahannya yang terjadi sebelum ia pulang ke Florida pada sahabatnya, Phoeby. Janie menceritakan bahwa ia sudah menikah tiga kali dengan kisah berbeda di tiap pernikahannya. Pernikahannya yang pertama memberikannya keamanan, tetapi tanpa cinta. Pernikahannya kedua memberikannya status sosial, tetapi membungkam suara Janie sebagai perempuan. Dan pernikahannya yang ketiga memberikan hubungan yang setara, tetapi penuh risiko.

Bagi Oprah, novel ini menghadirkan suara perempuan kulit hitam yang kuat. Kisah pernikahan Janie Crawford bukan hanya kisah cinta, tetapi perjalanan seorang perempuan menemukan suara, martabat, dan kebebasannya sendiri.

3. The Power of Now karya Eckhart Tolle (1997)

sampul The Power of Now
sampul The Power of Now (amazon.com.au)

The Power of Now adalah buku self-improvement berbasis spiritual dan kesadaran diri. Fokus utamanya adalah mengubah cara seseorang berelasi dengan pikirannya sendiri. Penulis mengajak pembaca untuk hidup sepunuhnya di saat ini (now), sebagai jalan menuju kedamaian batin.

Oprah sangat terbantu dalam memahami bagaimana pikiran selalu terikat dengan masa lalu dan cemas dengan masa depan, tetapi jarang fokus dengan masa kini. Gagasan untuk hadir di masa kini sangat membebaskan diri dan mudah dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.

Oprah juga melihat bahwa The Power of Now adalah jembatan antara spiritualitas dan kehidupan modern. Buku ini sangat cocok dibaca buat kamu yang sedang mencari ketenangan dan kejernihan pikiran.

4. Song of Solomon karya Toni Morison (1977)

sampul Song of Solomon
sampul Song of Solomon (amazon.co.uk)

Song of Solomon adalah novel yang berkisah tentang Macon Milkman yang merupakan seorang pria Afrika-Amerika yang tumbuh dalam keluarga berada, tetapi terputus secara emosional dari orang-orang di sekitarnya. Ia kemudian melakukan perjalanan ke wilayah selatan Amerika Serikat untuk menelusuri asal-usul keluarganya. Dalam proses ini, Milkman menemukan kisah leluhur yang penuh dengan trauma perbudakan, mitos, hingga lagu rakyat.

Oprah Winfrey dikenal sebagai penggemar berat dari Toni Morison karena novel-novelnya memberikan pengalaman membaca yang sangat mendalam. Oprah bahkan menyebut bahwa Song of Solomon adalah salah satu buku yang mengubah hidupnya. Bagi Oprah, novel ini menunjukkan bahwa luka sejarah gak bisa dihapuskan atau dilepaskan dari pembentukan identitas pribadi.

5. A New Earth karya Eckhart Tolle (2005)

sampul A New Earth
sampul A New Earth (amazon.com)

A New Earth merupakan buku spiritual dan refleksi diri yang membahas tentang ego manusia dapat membentuk penderitaan sekaligus krisis sosial. Inti dari buku ini adalah bahwa perubahan pada individu mungkin terjadi bila ada pergeseran kesadaran dari hidup yang dikendalikan oleh ego bergantung menjadi kesadaran yang lebih jernih.

Oprah melihat bahwa buku ini bukan hanya panduan untuk mengubah kebiasaan dan gaya hidup saja, tetapi juga menjadi refleksi dari krisis kemanusiaan modern, seperti konsumerisme, kecemasan, hingga keterputusan manusia dari makna hidup.

Secara umum, buku-buku yang disukai Oprah Winfrey adalah buku-buku yang membahas isu identitas, keadilan sosial, dan pengalaman hidup, termasuk buku-buku self-improvement dan transformasi kesadaran. Kombinasi dua tema besar ini dapat menggugah pemikiran, memperluas empati, dan mendorong perubahan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us