Kamu lebih suka membaca buku fiksi atau self-improvement? Meski sama-sama menawarkan pengalaman membaca yang bermanfaat, kedua jenis buku ini memiliki pendekatan yang berbeda. Buku fiksi mengajak pembaca menyelami cerita dan berbagai sudut pandang tokoh, sedangkan buku self-improvement menyajikan wawasan serta strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Belakangan, muncul perbincangan mengenai jenis buku yang dinilai lebih mampu membentuk cara berpikir seseorang. Sebagian berpendapat bahwa buku fiksi dapat melatih empati dan cara memandang suatu situasi, sementara yang lain menilai buku self-improvement lebih efektif karena memberikan panduan yang bersifat praktis. Lantas, benarkah salah satunya lebih unggul? Yuk, simak penjelasannya!
