Membeli buku preloved sering kali dianggap sebagai cara sederhana untuk mendapatkan bacaan dengan harga lebih murah. Memang, dari sisi finansial, membeli buku bekas dapat membantu menghemat pengeluaran, terutama bagi pembaca yang gemar mengoleksi banyak judul. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada urusan harga. Ketika sebuah buku berpindah tangan dan kembali dibaca oleh orang lain, kita sebenarnya sedang menerapkan prinsip circular economy atau ekonomi sirkular.
Berbeda dengan ekonomi linear yang umumnya mengikuti pola take, make, dispose atau mengambil sumber daya, memproduksi barang, lalu membuangnya, circular economy berusaha mempertahankan nilai dan masa pakai suatu produk selama mungkin. Dalam konteks buku, membeli preloved berarti memperpanjang perjalanan sebuah buku agar tidak berhenti di satu pemilik saja. Lantas, apa saja alasan buku preloved dapat menjadi bagian dari circular economy? Berikut penjelasannya.
