Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Mengurangi Kebiasaan Pakai HP Sebelum Tidur, yuk Catat!

5 Cara Mengurangi Kebiasaan Pakai HP Sebelum Tidur, yuk Catat!
ilustrasi melihat ponsel sebelum tidur (pexels.com/ Ron Lach)
Intinya Sih
  • Penggunaan ponsel sebelum tidur dapat mengganggu produksi melatonin dan menurunkan kualitas tidur, menurut Dr. Jordan Burns.
  • Langkah penting untuk memperbaiki pola tidur termasuk menetapkan rutinitas tidur konsisten, membatasi screen time, serta mengelola notifikasi ponsel.
  • Mengganti kebiasaan menatap layar dengan aktivitas relaksasi seperti membaca buku atau latihan pernapasan membantu tubuh lebih siap untuk istirahat berkualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Scroll media sosial menjadi salah satu rutinitas banyak orang saat ini. Bagi beberapa orang, aktivitas tersebut gak jarang menyita banyak waktu, baik itu di siang hari saat bersantai atau malam hari sebelum tidur. Meski terlihat sepele, ternyata kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur cukup berpengaruh pada kualitas istirahat di malam hari.

Dr. Jordan Burns, seorang ahli kiropraktik, dikutip dari early bird, menyebut, penggunaan ponsel sebelum tidur merupakan masalah signifikan bagi kualitas tidur. Cahaya biru yang dipantulkan oleh ponsel bisa mengganggu produksi melatonin, sehingga menunda waktu kantuk dan menganggu pola tidur-bangun alami.

Untuk meminimalsir kebiasaan tersebut, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Yuk, simak selengkapnya di bawah!

1. Tetapkan rutinitas tidur yang konsisten

ilustrasi tidur
ilustrasi tidur (pexels.com/Ivan Oboleninov)

Langkah pertama adalah menetapkan waktu tidur yang konsisten setiap harinya. Meski terlihat sederhana, tapi cara ini berperan penting dalam membantu menjaga ritme sirkadian dan siklus tidur alami. Membangun fondasi jadwal tidur yang konsisten juga harus melibatkan pengurangan penggunaan hp sebelum tidur.

Selain hp, Dr. Burns juga menyarankan untuk membatasi aktivitas lain seperti menonton TV. Batasi penggunaan screen time sebelum tidur setidaknya 30 menit sebelum jam tidur untuk membuat pikiran lebih rileks.

“Membangun 'zona tanpa layar' setidaknya 30 menit sebelum tidur memungkinkan otak untuk rileks. Waktu ini dapat digunakan untuk aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku fisik atau melakukan teknik relaksasi. Perubahan sederhana dan mudah dilakukan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur," kata Dr. Burns.

2. Kelola notifikasi ponsel

ilustrasi memeriksa ponsel
ilustrasi memeriksa ponsel (pexels.com/George Pak)

Notifikasi ponsel seperti bunyi atau getaran yang terus menerus bisa seperti mahluk kecil pengganggu digital yang mengacaukan ketenangan waktu istirahatmu. Itulah kenapa, sangat penting untuk mengelola notifikasi dengan mengaktifkan fitur do not disturb atau "jangan ganggu" selama jam tidurmu.

Namun jika khawatir dengan hal-hal yang penting, kamu bisa menyesuaikan pengaturan agar hanya menerima notifikasi penting saja. Dr. Burns mengatakan, langkah ini bisa jadi pengingat bahwa ponselmu melayani dirimu, bukan kamu yang melayani ponselmu.

3. Lakukan aktivitas alternatif lain

ilustrasi laki-laki mendengarkan musik sambil baca buku
ilustrasi laki-laki mendengarkan musik sambil baca buku (pexels.com/Antoni Shkraba)

Setelah kamu menentukan waktu konsisten untuk berhenti menatap layar, selanjutnya adalah mencari aktivitas lain. Langkah ini penting dilakukan untuk menciptakan jam malam tenang dan lingkungan yang nyaman untuk tidur.

"Mulai dari mandi air hangat hingga membaca buku fisik, ada banyak aktivitas yang dapat kamu lakukan untuk bersantai dan mempersiapkan diri untuk tidur tanpa menggunakan layar, sehingga kamu gak menjadi bagian dari statistik penggunaan ponsel di seluruh negara bagian," papar Dr. Burns

Mengganti waktu menatap layar ponsel dengan aktivitas alternatif lain bisa meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan. Dengan istirahat yang berkualitas, kamu bisa bangun dengan badan yang lebih segar.

4. Kenali pemicu emosional kamu ingin melihat ponsel sebelum tidur

ilustrasi anak main ponsel
ilustrasi anak main ponsel (pexels.com/Monstera Production)

Selain melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir penggunaan ponsel, kamu juga perlu mencari tahu pemicu emosional di balaik alasanmu ingin melihat layar sebelum tidur. Yaron Litwin, seorang expert di bidang digital wellness dan screen time, menyarankan untuk mencari tahu apakah kamu menggunakan ponsel untuk menenangkan pikiran yang cemas, apakah karena merasa kesepian, atau kamu hanya bosa dan ingin mencari sesuatu untuk dilakukan.

Dengan mencari tahu alasan kamu ingin melihat ponsel sebelum tidur, kamu akan bisa melepaskan kebiasaan tersebut dengan penuh kesadaran (mindfulness). Penelitian menunjukkan, terapi berbasis kesadaran berhasil digunakan dalam berbagai macam pengobatan kecanduan, begitu pula kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur.

5. Lakukan teknik relaksasi

ilustrasi melakukan mindfulness
ilustrasi melakukan mindfulness (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Terakhir, lakukan teknik relaksasi untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Cara ini dapat lebih menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga bisa lebih mudahmu untuk tidur dan beristirahat.

Dr. Burns merekomendasikan untuk melakukan beberapa teknik relaksasi yang efektif, di antaranya; latihan pernapasan dalam, menulis jurnal sebelum tidur, atau peregangan ringan. Aktivitas-aktivitas ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta menciptakan pikiran yang lebih tenang, siap untuk tidur nyenyak.

Mengurangi waktu menatap layar sebelum tidur adalah cara ampuh untuk meningkatkan kualitas tidur. Mulai dari membangun rutinitas tidur yang konsisten dan mengelola notifikasi ponsel, hingga mengganti waktu menatap layar dengan aktivitas alternatif dan menggunakan teknik memblokir cahaya biru, banyak strategi yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More