Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mulai Frugal Living Tanpa Ubah Gaya Hidup Drastis, Coba Terapkan!
ilustrasi gaya hidup frugal living (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
  • Frugal living bukan soal hidup serba irit, tapi tentang kesadaran dalam membelanjakan uang agar fokus pada hal yang benar-benar bernilai.
  • Mulailah dari satu kategori pengeluaran agar proses berhemat terasa ringan dan berkelanjutan tanpa perubahan drastis.
  • Prinsip frugal living menekankan kualitas dan kesengajaan dalam belanja, memungkinkan tetap menikmati hobi dengan cara lebih strategis dan terencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang langsung mundur duluan begitu mendengar kata frugal living. Membayangkan harus berhenti nongkrong, gak boleh jajan, dan hidup serba irit yang membosankan. Padahal, persepsi itu jauh dari kenyataannya. Frugal living bukan soal mengorbankan semua kesenangan, tapi soal jadi lebih intentional dalam membelanjakan uang.

Kabar baiknya, kamu gak harus langsung berubah 180 derajat untuk mulai menjalaninya. Seperti yang dirangkum oleh situs NerdWallet yang ditulis oleh Kalsey Sheesy dan Hal. M. Bundrick, seorang finance senior writer, frugal living bukan tentang merasa kekurangan, tapi tentang menjadi resourceful. Tentang mencari cara untuk hemat di tempat yang tepat supaya bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar kamu nilai. Mulai dari mana? Ini tiga langkah yang bisa langsung kamu coba!

1. Coba mulai dari satu kategori pengeluaran

ilustrasi frugal living (pexels.com/@blue-bird)

Salah satu kesalahan paling umum saat mulai frugal living adalah mencoba mengubah semua kebiasaan belanja sekaligus dalam satu waktu. Hasilnya malah menimbulkan kewalahan, stres, dan akhirnya menyerah lebih cepat dari yang direncanakan. Pendekatan yang jauh lebih efektif adalah memulai dari satu kategori saja, misalnya pengeluaran makan, transportasi, atau langganan digital.

Cara terbaik untuk memulai frugal living adalah dengan memecah kebiasaan belanja ke dalam kategori dan menanganinya satu per satu, bukan mencoba mengubah semua kebiasaan pengeluaran sekaligus. Setelah berhasil mengelola satu kategori dengan baik, baru lanjut ke kategori berikutnya. Pendekatan bertahap ini jauh lebih sustainable dan gak bikin kamu merasa hidupmu tiba-tiba berubah drastis.

2. Prinsipnya bukan berporos pada 'harga murah'

Ilustrasi rahasia frugal living (pexel.com/Artem Podrez)

Frugal living sering disalahartikan sebagai selalu memilih yang termurah, padahal justru sebaliknya. Membeli barang murah yang cepat rusak dan harus diganti berulang kali justru lebih boros dibanding membeli satu barang berkualitas yang tahan lama. Di sinilah prinsip cost per use atau harga per pemakaian jadi penting.

Hal ini didukung oleh riset dari Leeds School of Business, University of Colorado Boulder, yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research. Melibatkan lebih dari 24 ribu partisipan dalam 32 studi, penelitian ini menemukan bahwa konsumen yang memprioritaskan kuantitas cenderung menghabiskan lebih banyak uang dan mengumpulkan lebih banyak utang dibandingkan mereka yang mengutamakan kualitas. Artinya, kebiasaan beli murah terus-menerus justru bisa menciptakan siklus pengeluaran yang lebih besar, bukan lebih kecil.

3. Tetap nikmati hal yang kamu suka, tapi lebih strategis

ilustrasi gaya hidup frugal living (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Frugal living bukan berarti kamu harus berhenti makan enak, nonton film, atau liburan. Karena yang berubah adalah caranya, bukan aktivitasnya. Kamu masih bisa melakukan semua hal yang kamu sukai, hanya dengan sedikit lebih kreatif dan terencana dalam mengejarnya.

Hal ini sejalan dengan temuan dalam Journal of Happiness Studies yang mengulas 25 studi empiris selama 25 tahun. Bukti menunjukkan, bahwa hubungan antara kebahagiaan dan konsumsi sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Di antaranya; spending intentionality atau kesengajaan dalam berbelanja, keselarasan dengan nilai pribadi, dan orientasi sosial.

Artinya, bukan soal berapa banyak yang kamu keluarkan, tapi seberapa intentional kamu dalam membelanjakannya. Selama kamu tahu mana yang benar-benar penting dan mana yang bisa dikompromikan, kamu bisa tetap menikmati hidup sepenuhnya sambil tetap berhemat.

Demikian beberapa cara untuk memulai frugal living tanpa harus mengubah gaya hidup secara drastis. Semoga membantu!

Editorial Team

Related Article