5 Celah di Rumah yang Rawan Menjadi Tempat Masuk Ular

- Artikel menjelaskan lima celah rumah yang sering jadi jalur masuk ular, mulai dari bawah pintu, jendela, lubang angin, saluran air, hingga celah atap.
- Ular bisa masuk meski pintu dan jendela tertutup rapat karena tubuhnya ramping; kondisi hujan atau kemarau membuat ular mencari tempat aman di dalam rumah.
- Dianjurkan menutup celah dengan kain atau alat khusus, memasang jaring kawat di lubang angin, serta memanggil petugas profesional bila ular sudah terlanjur masuk.
Rumah kemasukan ular tentu bikin ngeri seluruh penghuni. Apalagi jika ular masuk malam-malam saat kamu tidur dan seorang diri di rumah. Ini berbahaya sekali. Jangan sampai tahu-tahu ular telah ada di kamar, bahkan di tempat tidur, dan melukaimu.
Meski tidak semua ular berbisa, gigitannya tetap menimbulkan luka. Pun banyak orang takut serta geli walau cuma melihatnya dari jauh. Ular berukuran kecil sekalipun perlu disikapi dengan penuh kewaspadaan.
Sekalipun pintu dan jendela rumah tak sedang dibuka lebar-lebar, ular masih dapat masuk, lho. Tubuh ular yang ramping, terutama ketika masih berukuran cukup kecil, memudahkannya melewati celah-celah sempit di rumahmu. Seperti lima celah di rumah yang rawan menjadi tempat masuk ular berikut ini. Kamu harus waspada!
1. Celah pintu bagian bawah

Pintu pasti punya celah. Kalau tidak, pintu gak bakal bisa dibuka atau ditutup. Celah yang paling rawan menjadi tempat masuknya ular ialah pada bagian bawah. Meski ukurannya hanya beberapa milimeter, sangat cukup untuk ular kecil masuk tanpa menimbulkan suara.
Terutama saat hujan dan ular mencari tempat yang kering serta hangat. Atau, justru ketika kemarau parah dan ular memerlukan sumber air. Kamu bisa menutup celah ini dengan lipatan kain ketika seluruh penghuni rumah sibuk dengan aktivitas masing-masing serta menjelang tidur.
Ada pula produk khusus untuk menutup celah pintu yang dijual di marketplace. Warnanya dapat dipilih paling mendekati pintu. Pemasangannya cukup dengan selotip sehingga tak merusak estetika.
2. Celah jendela

Dalam posisi jendela terbuka, tentu ular berukuran kecil maupun besar sangat mudah masuk. Ular bisa merambat di dinding, lho. Apalagi jika di sekitar dinding ada tanaman rambat, tongkat, atau papan apa pun.
Namun, jendela tampak tertutup rapat pun belum tentu aman. Khususnya kalau pemilihan daun jendela berlapis-lapis seperti dalam ilustrasi. Antarlapisannya biasanya terdapat celah di bagian bawah.
Dengan posisi celah menghadap ke bawah, air hujan memang gak masuk ke dalam. Akan tetapi, ular yang merayap dari bawah sangat mungkin memasukinya. Kamu mesti lebih berhati-hati bila tetap ingin model jendela begini padahal di lingkungan masih banyak kebun atau tanah kosong yang tak terawat.
3. Lubang angin di atas jendela

Celah berikutnya persis di atas jendela. Biasanya di bagian atas jendela terdapat lubang angin yang selalu terbuka. Kecuali, kamu memasang AC dan memilih menutup lubang tersebut agar suhu benar-benar dingin.
Lubang udara ini sebenarnya penting buat memastikan masih ada sirkulasi udara ketika jendela ditutup rapat sekalipun. Namun, hati-hati kalau-kalau ada ular masuk melalui celah ini. Utamanya bila terdapat pohon-pohon di dekatnya.
Boleh jadi ular tidak merambat di dinding dari bawah, melainkan dari ranting pohon yang paling dekat dengan lubang angin. Kamu yang gak memasang AC sekalipun dapat menggunakan jaring kawat untuk menahan seandainya ada ular yang mencoba masuk. Jangan lupa untuk rutin memangkas dahan dan ranting.
4. Saluran air

Lubang-lubang saluran air baik di kamar mandi maupun pipa-pipa yang mengalirkan air ke luar area rumah juga mesti diperhatikan. Ukuran lubang ini cukup besar untuk ular dewasa sekalipun. Bahkan boleh jadi ular masuk saat masih kecil.
Lalu anakan ular itu bersarang di sana dan muncul kembali dengan ukuran yang jauh lebih besar. Pipa-pipa pembuangan air perlu ditutup dengan penutup khusus. Air tetap dapat mengalir lancar tanpa harus membuat lubang besar untuk ular masuk ke rumah.
Begitu pula saluran air di kamar mandi. Meski sudah ada penutupnya, boleh jadi ukuran lubang-lubangnya terbilang besar. Ular-ular kecil masih dapat melaluinya dengan mudah.
Atau, tutupnya gampang sekali didorong dari bawah. Ketika kamar mandi tidak digunakan, kamu dapat meletakkan benda yang cukup berat di atasnya guna menahan ular masuk. Seperti batu atau botol cairan pembersih toilet yang masih penuh.
5. Celah atap

Atap rumah yang tampak rapat dan tak bocor sebenarnya tidak benar-benar tertutup. Biasanya ada celah-celah sempit antara genting dan kerangka atap. Ini sebabnya sering terdengar suara-suara binatang dari atap.
Jangankan ular yang bertubuh ramping dan lentur. Kucing dewasa saja bisa masuk dan gaduh semalaman. Ular yang masuk ke celah atap memang tidak langsung membahayakanmu.
Dengan catatan, gak ada plafon yang berlubang. Namun, waspadai ular malah bersarang serta membesar di sana. Ketika ular bertambah besar dan berat, boleh jadi tiba-tiba eternit jebol dan tubuh ular menjuntai ke dalam rumah. Ular yang jatuh dari pohon ke genting rumahmu dapat bersembunyi di celah atap.
Kalau kamu merasa ada sesuatu yang mencurigakan dan mengarah ke kemungkinan adanya ular, jangan membiarkannya saja. Pertama, perhatikan celah di rumah yang rawan menjadi tempat masuk ular. Kemudian, bila ular tersebut rupanya berukuran cukup besar, panggil bantuan profesional seperti pawang ular atau petugas pemadam kebakaran. Mereka akan mengevakuasinya dengan aman.