Comscore Tracker

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya 

Sambut Tahun Baru Islam dengan harapan baru #IDNTimesLife

Tahun baru Islam yang juga sering disebut 1 Muharram adalah salah satu hari yang penuh keistimewaan bagi umat Islam dalam kalender Islam atau Hijriyah. Muharram sendiri artinya bulan yang diharamkan atau pantangan untuk berperang di zaman Rasulullah.

Setiap tahun, kalangan umat Muslim di Indonesia merayakan hari besar ini dengan banyak cara, salah satunya meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Pada tahun 2021, 1 Muharram akan jatuh pada 10 Agustus 2021 yang dijadikan sebagai hari libur nasional.

Namun, apakah kamu tahu seperti apa latar belakang terjadinya tahun baru dalam Islam? Berikut ini ulasan sejarah tahun baru Islam hingga keutamaannya bagi umat Islam.

1. Sejarah tahun baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi musafir (pexels.com/Tomas Malik)

Sejarah Tahun Baru Islam berawal dari kebingungan seorang sahabat Rasulullah, Abu Musa Al-Asy'ari, perihal penanggalan surat yang akan dikirim tidak memiliki tahun sehingga ia kesulitan dalam pengarsipan dokumen. 

Mengetahui permasalahan tersebut, para sahabat Rasulullah berkumpul untuk menyusun cikal bakal kalender Islam, yang terdiri dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf RA, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam RA, Sa’ad bin Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah. 

Selama musyawarah tersebut, ada beberapa usulan untuk menetapkan 1 Muharram, mulai dari mengacu pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah dalam menerima wahyu ibadah sholat lima waktu, hingga penggunaan kaleder pra-Islam yang disempurnakan.

Namun, Ali bin Abi Thalib mengusulkan pendapatnya yang mana menjadi keputusan akhir para sahabat untuk menetapkan Tahun Baru Islam, yaitu berdasarkan waktu hijrah Nabi Muhammad SAW. dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi dalam proses penyebaran ajaran Islam ke seluruh dunia. Lalu Rasulullah dan para sahabat menamai tahun baru Islam itu dengan nama Hijriyah.

2. Penghitungan tahun baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi kalender (pixabay.com/tigerlily713)

Jika tahun baru Masehi selalu diperingati setiap 1 Januari pukul 12 malam, lain halnya dengan tahun baru Hijriyah. Tahun baru Masehi ditandai dengan bergantinya hari setiap pukul 00.00, sedangkan kalender Hijriyah menetapkan awal hari pada tahun baru Hijriyah sejak terbenamnya matahari atau waktu sholat Maghrib.

Kalender Hijriyah menggunakan siklus peredaran bulan yang mana hitungan hari dalam satu bulan adalah 29,5 hari dan 354,4 hari dalam setahun. Alhasil, kalender Hijriyah akan memiliki 10 - 12 hari hari lebih pendek dari kalender Masehi.

Baca Juga: Pencari Ilmu Dapatkan 8 Berkah Ini Menurut Islam, Semoga Kamu Juga!

3. Doa akhir tahun

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi orang membaca Al-Quran (pexels.com/Pok Rie)

Menjelang pergantian tahun Hijriyah, umat Islam dianjurkan untuk menambah kadar ibadah dengan selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT. Anda dianjurkan membaca doa ini setelah shalat Ashar hingga menjelang shalat Maghrib. Berikut doa yang akan menambah amalan anda sebelum menutup tahun.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya: 

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

Ya Allah, apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridhoi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut padaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada-Mu, maka sungguh aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku!

Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada-Mu Ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah! Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau."

4. Doa awal tahun baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi Al Quran (pexels.com/Tayeb Mezahdia)

Anda juga dianjurkan untuk memanjatkan doa awal tahun dengan harapan diberi jalan hidup yang baik dan dapat memaksimalkan sisa umur untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. Doa awal tahun dianjurkan dibaca setelah shalat Maghrib tanggal 1 Muharram sebanyak 3 kali. Adapun ayat doa awal tahun berikut ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ

اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau.

Ya Allah Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba. Kami mohon kepada-Mu pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya.Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih."

5. Amalan tahun baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi orang beribadah sholat (pexels.com/RODNAE Productions)

Dalam menyambut tahun baru Islam, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal soleh. Berdasarkan kitab Syekh Abdul Hamid, ada 10 amalan yang bisa anda lakukan sebagai umat muslim yang beriman yaitu berziarah ke makam kerabat, asyura, menambah nafkah keluarga, menjenguk orang sakit, silaturahmi dengan orang sekitar, sedekah, mandi, memakai celak mata, memotong kuku, dan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak seribu kali.

Selain amalan di atas, menurut Abu Huraira dalam HR Ibnu Majah terdapat amalan lain yang paling dianjurkan dan dijamin mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT, yaitu memperbanyak puasa di bulan Muharram. Adapun puasa-puasa yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Puasa 1 Muharram (10 Agustus 2021)
  • Puasa Tasu'a (9 Muharram / 18 Agustus 2021)
  • Puasa Asyura (10 Muharram / 19 Agustus 2021)
  • Puasa Ayyamul Bidh (13 - 15 Muharram / 22 - 24 Agustus 2021)

Keempat puasa di atas bersifat sunnah sehingga tidak berdosa jika tidak bisa dilakukan karena sebab tertentu. Namun, terdapat keistimewaan untuk umat muslim yang melaksanakan puasa Tasu’a dan puasa Asyura. Menurut HR Muslim, orang yang menjalankan puasa Tasu’a serta Asyura mendapatkan ganjaran dihapusnya dosa selama setahun sebelumnya.

6. Keutamaan tahun baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamaannya ilustrasi orang berdoa (pexels.com/Rahmi Aksoz)

Pada dasarnya, semua bulan yang ada dalam tahun Hijriyah adalah bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Namun, berdasarkan HR Muttafaq 'alaih, bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar. 

Selain itu, selama bulan Muharram, Allah SWT bersabda bahwa siapapun umat-Nya yang melakukan suatu perbuatan dosa akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar, begitupun bagi umat-Nya yang melakukan amal ibadah akan diberi ganjaran pahala yang lebih besar.

Tahun baru Islam bukan hanya sekedar pergantian tahun kalender Hijriyah ke tahun berikutnya, namun juga sebagai pengingat bahwa umat Muslim akan selalu memiliki waktu untuk mengamalkan perintah Allah SWT dan senantiasa mensyukuri pemberian-Nya.

Rayakan kehadiran dan berkah 1 Muharram dengan meningkatkan ibadah solat dan sedekah atas nama Allah SWT bagi kawan-kawan umat Muslim sekalian. Tetap jangan lupa taati protokol kesehatan di masa pandemi ini, ya!

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Korea Selatan yang Muslim Friendly, Ada Musalanya!

Dania Lazuardi Husen Photo Writer Dania Lazuardi Husen

Writing Enthusiast | Looking for comfort zone

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya